Tsunami Selat Sunda Pengaruhi Kunjungan Wisata ke Gunungkidul

Arus lalu lintas menuju kawasan Pantai Baron, Selasa (25/12/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
26 Desember 2018 08:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam dinilai secara tidak langsung berpengaruh ke penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke pantai Gunungkidul.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Asti Wijayanti mengungkapkan pada Sabtu (22/12/2018) dan Minggu (23/12/2018) sebenarnya sudah ada lonjakan wisatawan, dan mencapai angka 53.000 wisatawan yang berkunjung.

Pada Senin (24/12/2018) wisatawan turun diangka 22.000, target kunjungan wisata pada libur Natal dan Tahun Baru ini sendiri sebanyak 344.000. Menurutnya ada sejumlah wisatawan juga yang was-was akan dampak tsunami.

“Kemungkinan takut juga ya karena beberapa wisatawan menanyakan dampak Tsunami tersebut, walaupun sudah ada info aman di Gunungkidul. Tapi saya juga tidak memastikan karena pengaruh itu penurunannya,” ujar Asti, Selasa (25/12/2018).

Dimungkinkan pula menurut Asti turunnya tren wisatawan dikarenakan sejumlah instansi yang tidak libur atau pengaruh cuaca yang hujan akhir-akhir ini. Untuk menarik jumlah wisatawan agar tetap banyak, Dispar Gunungkidul terus menggencarkan promosi wisata. Termasuk destinasi wisata selain yang ada di Pantai Selatan.

“Saat ini ya memaksimalkan media sosial yang ada. Untuk tren wisata di Gua Pindul yang cenderung naik dalam liburan ini,” ujarnya.

Jumlah wisatawan yang tidak cukup banyak tersebut juga terlihat dari arus lalu lintas selama libur kali ini. Arus lalu lintas menuju Gunungkidul dan kawasan objek wisata dinilai masih lancar.

Kepala Seksi pengendalian dan operasi, Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, Bayu Aji mengungkapkan, memang ada peningkatan arus kendaraan selama libur dibanding hari biasa, namun masih lancar.

“Sementara arus aman, lancar belum ada kemcetan yang parah dari hari libur kemarin. Untuk one way di kawasan Pantai hanya untuk bis dan kendaraan besar lainnya. Mobil kecil dan roda dua masih seperti biasa. Kawasan wisata lain juga lancar,” kata Bayu.

Menurut Bayu karena liburan sekolah masih cukup panjang, jadi tidak ada penumpukan pada satu atau dua hari saja wisatawan berlibur. “Mungkin puncaknya justru pas akhir tahun,” ujarnya.

Meski begitu dikatakannya Dishub Gunungkidul siap untuk mengatur arus lalu lintas jika ada kemacetan-kemacetan, dan sudah ada jalur-jalur alternatif yang disiapkan.