Bukan Kondisi Geografis, Ini Penyebab Tertinggi Kecelakaan Lalu Lintas di Gunungkidul

Kondisi mobil bak terbuka seusai kecelakaan di Jalan Ponjong-Tambakromo, tepatnya di Dusun Plataran, Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong, Kamis (22/11/2018) dini hari. - Ist/ Dok warga
27 Desember 2018 23:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Angka kecelakaan di Gunungkidul tahun ini masih cukup tingi. Puluhan orang diantaranya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Faktor kelalaian pengendara sering jadi pemicu.

Angka kecelakaan sendiri selama beberapa tahun terakhir fluktuatif. Jika tahun ini mencapai sekitar 500 kejadian, pada 2015 terjadi 393 kejadian, kemudian 2016 ada 469 kejadian dan pada 2017 terjadi 423 kejadian.

Kanit Lakalantas Polres Gunungkidul, Ipda Soni Yuniawan mengatakan, kecelakaan yang terjadi di Gunungkidul pada tahun ini memang meningkat dibanding tahun lalu. Begitupula dengan korban jiwa yang pada tahun ini mencapai 81 orang.

Meski begitu dikatakan Soni dari jumlah tersebut lebih banyak hanya mengalami luka ringan kemudian kerugian materiil dan hanya sedikit yang mengalami luka berat.

"Terkait penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas sendiri kebanyakan disebabkan oleh kelalaian manusia. Seperti berkendara terlalu kencang, tidak mematuhi rambu lalu lintas dan tidak mengenakan helm,” ujar Soni, Kamis (27/12/2018).

Selain itu penyebab lainnya yaitu akibat kondisi geografis serta tingkat kelayakan kendaraan, seperti yang terjadi pada kasus kecelakaan truk di Ngawen yang menyebabkan lima orang meninggal.