Rawan Klithih, Pengamanan Polisi di Tiga Kecamatan Ini Ditingkatkan

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Rudy Wibowo. - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
30 Desember 2018 15:20 WIB Rahmat Jiwandono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Jelang perayaan pergantian tahun, sebanyak tiga kecamatan jadi fokus pengamanan Kepolisian Resor (Polres) Bantul dari tindak kriminal, khususnya yang terkait dengan kekerasan. Ketiga kecamatan itu masing-masing adalah Kecamatan Jetis, Piyungan, dan Sewon.

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo mengatakan pengamanan itu tak lepas dari beberapa kasus kekerasan jalanan dan klithih yang terjadi di tiga kecamatan tersebut beberapa pekan terakhir. Dia mengatakan telah bekerja sama dengan kepolisian sektor (polsek) guna mengantisipasi maraknya aksi klithih.

Polisi, kata Rudy, akan berpatroli dari pukul 23.00 WIB sampai 03.00 WIB. Semua unit, mulai dari reserse dan kriminal (reskrim), sabhara, serta intel akan dilibatkan. “Polres Bantul akan menindak tegas jika masih ada yang melakukan aksi klithih jelang Tahun Baru 2019,” kata Rudy, akhir pekan lalu.

Untuk itu, dia berharap dukungan dari masyarakat. Pasalnya persoalan klithih sudah seharusnya jadi tanggung jawab bersama dan tidak semata-mata urusan pihak polisi.

Menurut Rudy tindakan tegas yang diambil oleh anggota kepolisian sifatnya adalah melumpuhkan, bukan membinasakan. Saat ditanya mengenai keresahan masyarakat terhadap aksi klithih yang berimbas dari tindakan main hakim sendiri, Rudi mengatakan jika korban dan pelaku sudah berhadapan langsung dengan jarak yang dekat, korban memang diperbolehkan untuk membela diri. "Jika memang berani dan punya kemampuan bela diri silakan saja kalau mau melawan. Tetapi melawan itu kan jangan diartikan membunuh pelaku," ucap dia.

Kepala Polres Bantul, AKBP Sahat Marisi Hasibuan menyatakan peran orang tua dan lingkungan sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak. "Orang tua sudah seharusnya mengontrol anak mereka agar tidak berbuat kriminal yang merugikan orang lain," kata Sahat.