Puluhan Pejabat Mengisi Posisi Baru di Pemkab Kulonprogo

Sebanyak 76 pejabat disumpah dalam Pelantikan Pejabat Baru Pemkab Kulonprogo di Gedung Kaca komplek Pemkab Kulonprogo, Rabu (2/1/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
02 Januari 2019 21:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 76 pejabat terdiri dari pejabat pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional dan kepala sekolah di lingkungan Pemkab Kulonprogo dilantik dan disumpah dalam Pelantikan Pejabat Baru Pemkab Kulonprogo di Gedung Kaca, kompleks Pemkab Kulonprogo, Rabu (2/1/2018).

Pada pelantikan ini jabatan pimpinan tinggi pratama di posisi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo yang sebelumnya dijabat Pelaksana Tugas (PLT) Kepala, Riyadi Sunarto, kini diisi Lucious Bowo Kristianto. Bowo sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Rumah Tangga yang mengampu Protokol dan Humas Kabupaten Kulonprogo.

Adapun untuk jabatan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup yang sebelumnya diampu Suharjoko kini diisi Taufik Amrullah, dan Kepala Bagian Rumah Tangga Sekretariat Daerah diisi Siti Muqodimmah.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, saat pelantikan mengatakan promosi atau rotasi jabatan merupakan mekanisme yang biasa dilakukan dengan harapan mewujudkan pelayanan masyarakat yang semakin berkualitas.

"Semoga dengan pelantikan ini pelayanan masyarakat kian meningkat. Pemkab mengisi pejabat dengan dengan seleksi agar memperoleh kandidat yang berkualitas," kata Hasto dalam sambutannya, Rabu.

Kepada para pejabat yang dilantik Hasto mengimbau agar memegang teguh komitmen untuk mewujudkan good government dan clean government agar tercipta zona integritas dan pelayanan masyarakat dengan baik. "Jangan hanya menyelesaikan masalah substansi semata, tapi juga bisa menyeluruh agar menciptakan pelayanan yang baik kepada masyarakat," ucapnya.

Kepala Dishub Kulonprogo, Lucious Bowo Kristianto, mengaku perlu belajar lagi agar dapat mengemban tugas dengan baik. "Saya masih melihat dari jauh, dan perlu terus belajar," ucapnya.

Terkait dengan visi dan misi, Bowo mengatakan tantangan terberat jawatannya adalah bagaimana mengoptimalkan konektivitas antararea di Kulonprogo. Prinsipnya, menurut Boso, bagaimana membangun hubungan antarwilayah seefisien mungkin.

"Itu yang terpenting. Kami beruntung karena ada Program Bedah Menoreh sehingga kami bisa mengoptimalkan program yang ada. Kami juga berupaya meningkatkan program dusun terang yang menyeluruh," katanya.