DHAUP AGENG : Tanpa Pembaca Acara, Resepsi Pernikahan Putra Mahkota Pura Pakualaman Bakal Diiringi dengan Gendhing

Konferensi pers Dhaup Ageng di Kompleks Pakualaman Yogyakarta, Rabu (26/12/2018). - Harian Jogja/Sunartono
03 Januari 2019 09:50 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Proses resepsi Dhaup Ageng Putra Mahkota Pura Pakualaman BPH Kusumo Bimantoro dengan Maya Lakshita Noorya dihadirkan tanpa pembaca acara melainkan dengan gendhing. Beragam rangkaian tamu VIP seperti presiden akan diiringi dengan gendhing.

Ketua I Dhaup Ageng Pura Pakualaman KRT Radyowisroyo mengatakan dalam proses resepsi akan dihelat tanpa dengan pembaca acara.

Berbagai prosesi akan berjalan sesuai dengan suara gendhing sebagai perintah. Gendhing itu akan dipersiapkan mulai dari pasrah sanggah, mempelai masuk ke Ndalem Ageng, saat panggih, KGPAA Sri Paduka Pakualam X bersama penganten miyos ke Bangsal Sewatama.

Gendhing juga dipersiapkan saat Sri Sultan HB X tiba di lokasi resepsi, Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla tiba, hingga tamu VIP pulang juga disiapkan gendhing khusus. Ia mengatakan rangkaian resmi disiapkan khusus 10 gendhing ditambah tiga beksan untuk hari pertama Sabtu (5/1/2019).

"Di sela-sela itu masih ada lima gendhing jadi total hari pertama ada sekitar 18 gendhing yang disiapkan untum resepsi. Jadi tanpa pembawa acara, itu untuk prosesinya," terangnya Rabu (2/1/2019).

Ia menambahkan saat hari kedua Sabtu (6/1/2019) atau pahargian, jumlah gendhing lebih sedikit dibandingkan hari pertama. Tetapi proses memainkan gendhing durasinya lebih panjang, mengingat pada hari kedua tanpa ada seremonial. "Pahargian [hari kedua] itu sama dengan resepsi, tamu datang berdiri memberikan ucapan selamat dan menikmati hidangan, kalau hari pertama itu ada duduknya dulu baru memberikan ucapan selamat," katanya.

Gendhing dan beksan itu nantinya akan dimainkan secara khusus oleh abdi dalem Langen Projo yang biasa bertugas di Puro Pakualaman. Para abdi dalem itu secara spiritual telah menyiapkan diri untuk menjalankan tugasnya dengan baik. "Secara umum sudah 90% persiapannya, mulai hari sudah dimulai sebenarnya prosesi dhaup ageng itu," katanya.