RKPD Gunungkidul 2028: Sekolah dan Bansos Jadi Sorotan, Anggaran Harus Tepat Sasaran
Pemkab Gunungkidul mempertajam RKPD 2028. Efisiensi pendidikan dan evaluasi data penerima bantuan sosial menjadi perhatian agar anggaran tepat sasaran.
Ilustrasi kemiskinan./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan, program penanggulangan kemiskinan di Gunungkidul merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di setiap tahun.
Namun demikian, sambung dia, untuk tahun ini total alokasi anggaran lebih rinci dikarenakan ada akumulasi anggaran sehingga ada kepastian anggaran yang disediakan.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya fokus di masing-masing OPD. Tapi sesuai dengan instruksi dari provinsi harus ada angka secara keseluruhan yang disediakan pemkab, jadi program yang ada dikumpulkan menjadi satu sehingga jumlah alokasi anggaran yang dimiliki dapat diketahui pasti,” katanya, Kamis (3/1/2019).
Sebelumnya diberitakan, Angka kemiskinan di Gunungkidul turun 1,5% di 2018. Capaian ini melebihi target penurunan yang dipatok 1% di setiap tahunnya.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, berdasarkan data dari BPS diketahui angka kemiskinan di Gunungkidul terus menurun. Hasil pendataan di 2018, warga miskin mencapai 17,12%. Jumlah ini menurun 1,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang capainya di angka 18,65%.
Immawan menjelaskan, penurunan angka kemiskinan di Gunungkidul dipengaruhi beberapa faktor. Untuk 2018, kata dia, di sektor kepariwisataan masih memberikan andil yang besar.
Namun, yang tak kalah penting juga terdongkrak dengan hasil panen pertanian yang baik. Sedang dari intensitas panen juga bertambah sehingga berpengaruh terhadap tingkat pendapatan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mempertajam RKPD 2028. Efisiensi pendidikan dan evaluasi data penerima bantuan sosial menjadi perhatian agar anggaran tepat sasaran.
Sebanyak 53 korban Kapal Virgo belum ditemukan sejak tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026. Perusahaan mengutamakan pencarian sebelum salvage.
Macan Tutul Jawa terekam kamera jebak di Cagar Alam Nusakambangan Barat. BKSDA memperkirakan populasinya di pulau itu sekitar 20 individu.
BGN mencatat siswa yang belajar dalam kondisi lapar turun menjadi 16% berkat MBG. Program ini menjangkau 57 juta penerima hingga September 2026.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengunjungi keluarga korban dugaan perundungan di Pemalang dan mendorong penguatan komunikasi sekolah dengan orang tua serta pen
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp3,39 miliar untuk memasang 180 lampu jalan pada 2026. Sebanyak 125 unit ditargetkan rampung November.