Kata Hapri Shinta, Anak Muda Kulonprogo Harus Kreatif

Hapri Shinta Nirmala - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
07 Januari 2019 14:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Hampir delapan tahun berkecimpung dalam kesenian ketoprak di Kulonprogo membuat Hapri Shinta Nirmala paham tentang kondisi kesenian tersebut, salah satunya tentang regenerasi dan pengembangan. Menurutnya saat ini minat generasi muda sebagai penerus seni tradisional mulai menunjukkan tren positif.

Perempuan kelahiran Kulonprogo 24 tahun silam itu mengungkapkan sejak pertama kali dirinya terjun di seni ketoprak pada masa SMA, banyak perubahan yang dirasakan. Salah satunya mulai banyak anak muda yang berpartisipasi.

"Saat ini semakin banyak anak muda yang ikut partisipasi. Dulu saat aku mulai ikut ketoprak sebagian besar pemain orang tua, tetapi semakin ke sini Alhamdulillah ada regenerasi. Hal inilah yang kami harapkan," kata perempuan yang kerap disapa Hapri ini kepada Harian Jogja, Minggu (6/1/2019).

Namun, Hapri tidak menampik jika sebagian kalangan muda masih menganggap ketoprak sebagai kesenian yang kuno. Padahal, menurutnya seni ketoprak memiliki manfaat yang luar biasa. Dari seni itu dia bisa belajar segala aspek, baik itu sisi sosial maupun sisi yang lain. "Waktu berproses juga tidak membosankan. Sangat seru, dan itu yang selalu bikin kangen," katanya.

Selain ketoprak Hapri mengaku menggeluti sejumlah kesenian tradisional. Hal itu dilakukan sejak dia masih duduk di bangku SMP, mulai dari menari, menyanyi hingga kemudian memilih ketoprak.

Dari ketopraklah sejumlah penghargaan pernah diraih penyuka kuliner bakmi jawa ini, di antaranya menjuarai beberapa festival ketoprak tingkat kabupaten maupun provinsi. "Kalau untuk pribadi Alhamdulillah kemarin saat Festival Ketoprak Kulonprogo 2018 aku menjadi juara peran utama wanita terbaik," ucapnya.

Perempuan yang kini berprofesi sebagai dosen di salah satu sekolah pramugari di Kota Jogja ini berharap apa yang telah diraih bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda khususnya Kulonprogo untuk turut berpartisipasi dalam melestarikan kesenian tersebut. "Tidak cuma ketoprak, tapi di kesenian lain, anak-anak muda zaman sekarang kreatif, sayang kalau engak dilibatkan dalam kegiatan semacam itu," katanya.