Gunungkidul Targetkan 20 Cagar Budaya Baru, 15 Sudah Dikaji
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Logo Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) milik Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul tidak hanya untuk mengurangi masalah pengangguran. Namun keberadaannya juga menjadi rujukan pendidikan nonformal di DIY.
Kepala Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan, SKB Gunungkidul menjadi salah satu percontohan nasional untuk menjadi rujukan pendidikan nonformal di wilayah DIY. “Untuk SKB rujukan, saya kurang hafal berapa, tapi untuk Gunungkidul menjadi rujukan di DIY,” kata Bahron kepada wartawan, Senin (7/1/2019).
Menurut dia, dengan dipilihnya SKB Gunungkidul oleh Pemerintah Pusat, maka sejak tahun lalu rutin mendapatkan bantuan pembangunan fasilitas gedung baru. Rencananya di tahun ini ada empat gedung yang dibangun untuk fasilitas kegiatan belajar di SKB. “Dengan ruang kelas yang semakin memadai. Harapannya peran dari SKB dapat dimaksimalkan,” ungkapnya.
Bahron menjelaskan, kegiatan belajar di SKB tidak hanya untuk kesetaraan pendidikan melalui kejar paket B dan C. Namun, sambung dia, berbagai pelatihan tentang kecakapan hidup juga diberikan seperti menjahit, memasak, rias pengantin, pangkas rambut hingga les vocal.
Disinggung mengenai les vocal di SKB, Bahron mengakui pelatihan ini diberikan mengacu pada keberadaan musik campursari yang sempat berjaya. Oleh karenanya, pelatihan tersebut diberikan dengan harapan dapat mencetak penyanyi-penyanyi campursari baru.
“Dan terbukti benar karena sudah banyak alumni les vocal yang menjadi penyanyi, baik dangdut maupun campursari, meski tatarannya masih ditingkat lokal,” katanya.
Bahron menambahkan, keberadaan SKB sangat membantu, baik untuk program kesetaraan pendidikan maupun upaya mengurangi tingkat pengangguran di Gunungkidul. “Harapannya SKB terus berkembang dan memberikan manfaat bagi orang banyak,” katanya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Wahyu Pradana Ade Putra mengatakan, peran dari SKB harus terus ditingkatkan karena keberadaannya berfungsi dengan optimal. Menurut dia, hingga sekarang gaung dari SKB malah semakin berkurang dibandingkan pada saat awal berdiri.
“Dulu kegiatan sangat hidup karena saya pernah berlatih bela diri di halaman SKB, tapi sekarang kegiatan yang dimiliki tidak begitu terlihat,” katanya.
Ade pun berharap kepada disdikpora untuk benar-benar mengelola SKB sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat. “SKB sebagai wadah untuk memfasilitasi pendidikan nonformal memang harus dijalankan sehingga keberadaannya bisa benar-benar dirasakan,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.