Ingin Buka Bengkel, Residivis Nekat Curi Onderdil

Tersangka pencurian, Nanang Suharyanto (mengenakan penutup wajah) saat dihadirkan dalam gelar kasus di Mapolres Kulonprogo, Pengasih, Kamis (10/1/2019)./Harian Jogja - Uli Febriarni
10 Januari 2019 20:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGOSeorang residivis kembali ditangkap aparat Polsek Samigaluh seusai nekat mencuri onderdil sepeda motor di sebuah bengkel di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh.

Kapolsek Samigaluh, AKP Purnomo, menuturkan, tersangka bernama Nanang Suharyanto ditangkap setelah jajarannya menerima laporan dari korban, Dwi Martono, 41. Residivis pencurian laptop pada 2017 itu menggasak sejumlah onderdil milik korban pada 13 Desember 2018. Sebelumnya, Nanang juga sempat mencuri satu unit laptop dan sebuah telepon seluler di rumah Pancanova di Desa Pagerharjo, pada 24 November 2018.

"Aksi tersangka mencuri onderdil di bengkel tetangganya [Dwi] gagal lantaran pemilik bengkel mengetahui aksinya. Onderdil yang akan dicuri dimasukkan ke dalam karung berukuran besar. Total kerugian yang diderita kedua korban pencurian mencapai jutaan rupiah," kata Purnomo, dalam gelar kasus di Mapolres Kulonprogo, Kamis (10/1/2019).

Dijelaskan Purnomo, tersangka ditangkap saat bersembunyi di daerah Timoho, Kecamatan Gondokusuman, Kota Jogja, beserta barang bukti sekitar 50 buah onderdil seperti kampas rem, kampas kopling, kabel master rem, oli dan spare part lainnya. Sedangkan laptop yang dicuri dari Pancanova telah dijual oleh pelaku. Saat ditelusuri, polisi menemukan laptop itu di sebuah tempat perbaikan laptop di Magelang. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Nanang dijerat dengan Pasal 363 KUHP juncto 53 tentang Pencurian dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara.

Saat diperiksa, Nanang mengaku nekat mencuri onderdil di bengkel tetangganya karena tidak memiliki cukup modal untuk membuat bengkel sendiri di rumahnya. "Sudah lama ingin punya bengkel," kata dia.