Forum ASEAN-China Digelar di Jogja, Direct Flight ke YIA Didorong
Forum ASEAN-China di Jogja pada Juli 2026 menjadi momentum mendorong penerbangan langsung China-YIA dan memperkuat konektivitas internasional.
Sebuah spanduk merah terpasang di salah satu sisi kompleks perumahan relokasi magersari, yang diperuntukkan bagi warga miskin terdampak pembangunan NYIA, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY mulai memikirkan kemungkinan diperlukannya penataan ulang drainase di permukiman terdampak Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Drainase itu sebagai antisipasi genangan air di permukiman warga yang terkena dampak dengan ditinggikannya dataran kompleks bandara baru.
Anggota Unit Manajemen Proyek Tim Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan DIY Rani Sjamsinarsi menjelaskan drainase permukiman warga di sekitar NYIA saat ini sedang dipikirkan oleh Pemda DIY sebagai salah satu antisipasi terdampak.
Mengingat secara geografis kompleks NYIA, baik dari sisi bangunan maupun landasan dinaikkan, air akan lebih banyak menjauh dari kawasan itu sehingga harus dipersiapkan drainasenya.
"Yang sedang kami pikirkan drainase permukiman warga bukan yang kompleks bandara seluas 587 hektare, kami pikirkan drainase yang di luar itu," terangnya Jumat (11/1/2019).
Penentuan pembangunan drainase permukiman itu tidak harus menunggu seluruh pembangunan NYIA selesai. Saat ini sedang dipetakan, melalui peta dua dimensi untuk melihat secara langsung kemungkinan adanya titik genangan air di kawasan permukiman warga sekitar NYIA. Selain itu selama musim hujan ini Pemda DIY bersama Kulonprogo mengamati jika ada genangan air yang berlebihan di permukiman.
"Pembangunan bandara masih berlangsung dan ketinggiannya juga belum final. Untuk kawasan bandara sudah disiapkan, kami memikirkan yang pemukiman, nanti koordinasi dengan BBWSO juga kalau misalnya harus diarahkan ke sungai," ujarnya.
Rani menegaskan, drainase di kawasan NYIA memang sudah tidak menjadi masalah karena telah dibangunkan langsung oleh pelaksana proyek. Namun khusus untuk permukiman warga di sekitar NYIA sepenuhnya akan diurus oleh Pemda DIY bersama Pemkab Kulonprogo. Pembangunan drainase itu baru akan dilakukan jika telah dirasakan dampaknya terutama ketika terjadi genangan air. Tetapi jika faktanya tidak ada persoalan dan air bisa meresap secara normal maka tidak perlu dibangunkan drainase.
"Kami akan rapatkan dulu, kalau memang cukup drainase lama ya nggak perlu [dibangun yang baru]. Di kawasan itu dulu pastinya sudah ada, setelah ada bandara kan ditinggikan, apakah ini ada efek atau tidak, atau mungkin hanya butuh sedikit" ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Forum ASEAN-China di Jogja pada Juli 2026 menjadi momentum mendorong penerbangan langsung China-YIA dan memperkuat konektivitas internasional.
Ibu hamil jadi korban bentrok silat di Karanganyar, alami retak tengkorak. Polisi tangkap satu pelaku, kasus masih dikembangkan.
Veda Ega Pratama lolos langsung ke Q2 Moto3 Ceko 2026 usai rival didiskualifikasi. Ini hasil lengkap sesi practice di Brno.
Survei LPI ungkap pengaruh besar Jokowi terhadap citra PSI, hingga 70% responden akui dampaknya signifikan.
Tabrakan dua kereta di Bedford Inggris sebabkan lebih dari 80 korban luka dan satu tewas. Sebanyak 11 orang dalam kondisi serius.
Petani Banyunganti Kulonprogo ubah hutan mangkrak jadi lahan produktif. Panen jagung capai 8,33 ton per hektare.