Ratusan Warga Gunungkidul Berebut Mendaftar Jadi Sukarelawan Demokrasi

Ilustrasi Pemilu 2019 - JIBI
16 Januari 2019 18:50 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– KPU Gunungkidul mengapresiasi antusias masyarakat untuk menjadi anggota sukarelawan demokrasi. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang melebihi kuota yang dibutuhkan.

Hingga Rabu (16/1/2019), jumlah pendaftar yang masuk sebanyak 124 orang. Padahal anggota relawan demokrasi yang dibutuhkan hanya sebanyak 55 orang.

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, jumlah pendaftar relawan demokrasi melebihi kuota yang ada. Sesuai dengan aturan yang ada, untuk mendapatkan 55 anggota, KPU harus melakukan seleksi. “Hari ini [kemarin] kami lakukan seleksi administrasi dan besok [hari ini] akan dilakukan seleksi wawancara untuk mendapatkan 55 relawan,” kata Hani kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Meski pendaftaran melebihi kuota yang disediakan, namun Hani tidak menampik bahwa untuk pendaftaran relawan di Kecamatan Panggang dan Tanjungsari sempat diperpanjang. Hal ini terjadi karena hingga batas pendaftaran pada Selasa (15/1/2019) di dua kecamatan belum ada yang mendaftar. “Kami perpanjang sehari dan akhirnya di dua kecamatan itu ada pendaftarnya,” ungkapnya.

Hani menjelaskan, pembentukan sukarelawan demokrasi bertujuan untuk membantu KPU dalam menyosialisasikan pelaksanaan Pemilu 2019. Diharapkan kehadiran para relawan mampu menggerakan masyarakat, khususnya anggota dari basis pemilih masing-masing agar menggunakan hak suaranya pada saat pencoblosan nanti. “Selain sosialisasi dari KPU, peran dari relawan sangat peting. Apalagi para anggota dipilih berdasarkan segmen kelompok pemilih yang ada,” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk partisipasi pemilih, KPU sudah mencanangkan target sebesar 80%. Target ini lebih tinggi dari target nasional yang hanya mencanangkan 77,5% pemilih menggunakan hak suaranya dalam pemilu. “Kita akan terus beruapaya melakukan sosialisasi. Salah satunya melalui relawan demokrasi yang akan dibentuk,” kata Hani lagi.