Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Rumah terancam longsor akibat abrasi di bantaran Sungai Oya di Desa Sriharjo, Imogiri, Senin (25/6/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi selama dua hari, Senin-Selasa (21-22/1/2019) lalu mengakibatkan tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah lokasi di Bantul. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun lokasi longsor berpotensi melebar dan mengancam rumah.
"Selama 21 Januari ada 10 kejadian, sembilan di antaranya pohon tumbang dan satu kejadian pergerakan tanah. Selama 22 Januari ada delapan kejadian, empat kejadian di antaranya pergerakan tanah, dan sisanya pohon tumbang," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Aka Luk Luk, Rabu (23/1/2019).
Aka mengatakan selama dua hari itu total ada lima lokasi longsor yang didalamnya termasuk tanah ambles dan talut ambrol, yakni di Mojosari, Srimartani, Piyungan; Kedungbuweng, Wukirsari, Imoiri; Nlingseng, Muntuk, Dlingo; Kedungjati, Selopamioro, Imogiri; dan Wunut, Sriharjo, Imogiri.
Dari lima lokasi longsor, kata Aka, dua lokasi yang cukup parah, yakni di Mojosari, Srimartani, Piyungan. Longsor di lokasi tersebut talut setingi sembilan meter dan panjang 12 meter. Longsor tersebut juga mengancam dua rumah yang ditempati satu keluarga Solikhin.
Sementara di Wunut, Sriharjo, Imogiri talut ambrol sepanjang sekitar 30 meter yang menancam empat kepala keluarga. Talut yang ambrol di Wunut tersebut merupakan talut Sungai Oya. Aka mengatakan talut itu sebenarnya sudah mulai terkikis sejak pekan lalun, kemudian merembet hingga ambrol sepanjang 30 meter.
Untuk penanganan sementara petugas dari BPBD, sukarelawan, dibantu TNI-Polri sudah melakukan evakuasi material longsor yang menghalangi jalan. "Kalau untuk perbaikan nanti ditangani oleh OPD [oranisasi perangkat daerah] terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman," ujar Aka.
Lebih lanjut Aka mengatakan pada musim penghujan ini beberapa wilayah yang rawan banjir dan tanah longsor ada di Sumbermulyo Bambanglipuro, Banguntapan Banguntapan, Mangunan Dlingo, Jatimulyo Dlingo, Girirejo Imogiri, Wukirsari Imogiri, Selopamioro Imogiri, Trimulyo Jetis, dan Tirtonirmolo Kasihan.
Kemudian Parangtritis Kretek, Donotirto Kretek, Srimulyo Piyungan, Sitimulyo Piyungan, Wonolelo Pleret, Pleret Pleret, Seloharjo Pundong, Gadinsari Sanden, Pajangan Sedayu, Bangunharjo Sewon, Pendowoharjo Sewon, dan Poncosari Srandakan. Wilayah-wilayah rawan luapan sungai Winongo, Gajahwong, Oya, Boyong, Code, Gawe, Opak, dan saluran irigasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu