Advertisement
Blue Bird Masuk, Pendapatan Sopir Taksi Berkurang
Ilustrasi taksi - Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Masuknya Blue Bird melalui kerja sama dengan Koperasi Serba Usaha (KSU) Pataga yang mengelola Taksi Pataga dinilai membuat pendapatan sopir taksi lain berkurang drastis.
Ketua Perkumpulan Pengemudi Taksi Argometer Yogyakarya (Perpetayo) Rudi Kamtono mengatakan ia menerima banyak keluhan mengenai turunnya pendapatan sopir. Menurutnya hotel-hotel yang sebelumnya bekerja sama dengan taksi lain, kini beralih menggunakan Blue Bird.
Advertisement
"Pendapatan per hari biasanya Rp300.000 kotor sekarang untuk setor saja tidak bisa. Kalau Rp125.000 kotor, Rp150.000 kotor, untuk setor Rp125.000, untuk bensis, operasional, makan kan enggak cukup," ujar dia ketika dihubungi Harian Jogja, Jumat (1/2/2019).
Ia mengungkapkan Perpetayo tidak menginginkan perusahaan taksi luar Jogja seperti Blue Bird ada di Jogja. Pihaknya pun menanti tindakan realisasi hasil pertemuan Organisasi Angkutan Darat atau Organda DIY dengan Dinas Perhubungan DIY.
BACA JUGA
"Nantinya akan ada dua tindakan berupa sanksi sosial dan sanksi hukum. Jika Pataga tetap ngeyel akan dikeluarkan dari Organda. Maka sopir Pataga akan dikeluarkan dari Perpetayo. Perpetayo akan menunggu realisasi hail pertemuan antara Organda dan Dishub," jelas dia.
Siap Berbenah
Ia mengungkapkan jika yang dipandang baik dari Blue Bird adalah reputasi dan pelayanannya, menurutnya taksi asli Jogja juga tak kalah. Ia mengatakan para anggota Perpetayo pun siap melakukan perbaikan internal untuk meningkatkan pelayanan ke pelanggan.
Ia juga mengklarifikasi mengenai pernyataan salah satu anggota Perpetayo yakni Sutiman dalam pemberitaan sebelumnya. Sutiman kala itu mengungkapkan secara pribadi ia mendukung adanya Blue Bird. "Itu pernyataannya secara pribadi dan bukan mewakili Perpetayo," jelas dia.
Penasihat Perpetayo Muhammad Amin mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, pernyataan anggota Perpetayo bernama Sutiman adalah pernyataan pribadi sebagai sopir taksi dan bukan pernyataan pengurus.
"Kerja sama KSU Pataga dengan Blue Bird tentang system management, kami bisa menerima. Namun, logo di kaca depan taksi Pataga itu bukan iklan tapi logo perusahaan transportasi. Jadi, di sini ada satu unit dengan dua merk kendaraan," kata dia.
Ia mengatakan Perpetayo akan mencoret anggotanya yang bergabung dengan Pataga yang bekerja sama dengan Blue Bird. "Blue Bird hadir di Jogja bukan warga senang, tetapi malah lebih banyak keresahan di masyarakat," kata dia.
Menurutnya, bisnis taksi di Jogja masih bisa berjalan dan belum perlu campur tangan perusahaan luar Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement








