UGG Gunungsewu Bersiap Revalidasi 2027, 8 Catatan Mulai Dibenahi
UGG Gunungsewu akan menjalani revalidasi 2027. Pemkab Gunungkidul mulai memperbaiki catatan evaluasi 2023 dan menyiapkan dokumen.
Ilustrasi rabies
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Pertanian dan Pangan mengklaim wilayah Gunungkidul bebas dari penularan penyakit rabies. Namun demikian, upaya antisipasi terus dilakukan dengan memberikan vaksin terhadap hewan yang berpotensi menularkan penyakit ini seperti anjing, kucing dan kera.
Kepala Seksi Kesehatan dan Kesmavet, Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widiyastuti mengatakan, populasi hewan yang berpotensi menyebarkan rabies di Gunungkidul cukup banyak. Hal itu dilihat dari hasil pendataan di masyarakat. Hingga saat ini terdata, jumlah populasi anjing yang dipelihara mencapai 2.183 ekor, kucing sebanyak 6.983 ekor dan kera ada 436 ekor.
“Jumlah ini merupakan hewan yang dipelihara oleh masyarakat dan belum termasuk yang hidup di alam liar. Kalau ditambah dengan yang liar, maka jumlah populasi akan semakin besar,” kata Retno, Selasa (5/2).
Dia menjelaskan, jika dilihat dari temuan kasus, maka di wilayah Gunungkidul dan DIY masuk kategori bebas rabies. Meski demikian, adanya populasi hewan-hewan ini bisa menjadi pemicu munculnya penularan penyakit. Oleh karenanya, sambung Retno, dinas pertanian dan tanaman pangan setiap tahun terus melakukan berbagai upaya agar kawasan bebas rabies bisa terus dipertahankan.
Menurut dia, upaya antisipasi dilakukan dengan berbagai cara. Selain terus mendata terhadap jumlah populasi hewan pandemi, juga rutin memberikan vaksin terhadap hewan-hewan tersebut. Setiap tahunnya tidak kurang dari 200-350 ekor anjing, kucing atau pun kera diberikan vaksin pencegahan rabies.
“Memang dari sisi intensitas belum sebanding karena idealnya dari 70% populasi harus sudah diberikan vaksin. Tapi karena keterbatasan anggaran, maka proses dilaksanakan secara bertahap dan rutin diberikan setiap tahunnya,” imbuhnya.
Dokter Hewan Adhiva Shela mendukung langkah pemerintah untuk mencegah penyakit rabies. Pasalnya, penyakit ini tidak hanya menular kepada hewan, namun juga dapat menjangkiti manusia. “Pemberian vaksin terhadap anjing dan kucing merupakan salah satu upaya agar rabies tidak menyebar,” katanya.
Menurut dia, upaya pencegahan tidak semata-mata menjadi tugas dari pemerintah. Namun, masyarakat juga harus ikut berpartisipasi dengan melakukan perawatan terhadap hewan yang dipelihara. “Harus dirawat secara teratur, mulai dari kebersihan hingga kesehatannya. Sebab, jika dipelihara dengan sembarangan maka tidak menutup kemungkinan menjadi sumber penyebaran penyakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGG Gunungsewu akan menjalani revalidasi 2027. Pemkab Gunungkidul mulai memperbaiki catatan evaluasi 2023 dan menyiapkan dokumen.
Jonatan Christie tersingkir dari China Masters 2026 setelah kalah dua gim langsung dari Jason Gunawan dengan skor 16-21, 16-21.
Range Rover Electric resmi meluncur: SUV listrik flagship dengan 542 hp, baterai 118,5 kWh, jarak 600 km, dan kemampuan wading 90 cm. Harga mulai Rp2,17 miliar.
MotoGP 2027 memasuki era mesin 850cc. Simak jadwal tes Valencia, Sepang, Buriram, serta daftar pebalap dan empat kursi yang masih kosong.
London dibuat kewalahan menghadapi supercar berpelat negara-negara Teluk yang memenuhi kawasan elite setiap musim panas. Bukan karena harga Ferrari atau Lamborg
Jadwal bola malam ini, Kamis (3/9/2026), menghadirkan laga penting Timnas Indonesia U20 melawan Laos U20 di Kualifikasi Piala Asia U20 2027. Simak jadwal lengka