Pemkab Gunungkidul Dorong Layanan Publik Berlandaskan Ngayomi dan Ngayemi
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Ilustrasi rabies
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Pertanian dan Pangan mengklaim wilayah Gunungkidul bebas dari penularan penyakit rabies. Namun demikian, upaya antisipasi terus dilakukan dengan memberikan vaksin terhadap hewan yang berpotensi menularkan penyakit ini seperti anjing, kucing dan kera.
Kepala Seksi Kesehatan dan Kesmavet, Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widiyastuti mengatakan, populasi hewan yang berpotensi menyebarkan rabies di Gunungkidul cukup banyak. Hal itu dilihat dari hasil pendataan di masyarakat. Hingga saat ini terdata, jumlah populasi anjing yang dipelihara mencapai 2.183 ekor, kucing sebanyak 6.983 ekor dan kera ada 436 ekor.
“Jumlah ini merupakan hewan yang dipelihara oleh masyarakat dan belum termasuk yang hidup di alam liar. Kalau ditambah dengan yang liar, maka jumlah populasi akan semakin besar,” kata Retno, Selasa (5/2).
Dia menjelaskan, jika dilihat dari temuan kasus, maka di wilayah Gunungkidul dan DIY masuk kategori bebas rabies. Meski demikian, adanya populasi hewan-hewan ini bisa menjadi pemicu munculnya penularan penyakit. Oleh karenanya, sambung Retno, dinas pertanian dan tanaman pangan setiap tahun terus melakukan berbagai upaya agar kawasan bebas rabies bisa terus dipertahankan.
Menurut dia, upaya antisipasi dilakukan dengan berbagai cara. Selain terus mendata terhadap jumlah populasi hewan pandemi, juga rutin memberikan vaksin terhadap hewan-hewan tersebut. Setiap tahunnya tidak kurang dari 200-350 ekor anjing, kucing atau pun kera diberikan vaksin pencegahan rabies.
“Memang dari sisi intensitas belum sebanding karena idealnya dari 70% populasi harus sudah diberikan vaksin. Tapi karena keterbatasan anggaran, maka proses dilaksanakan secara bertahap dan rutin diberikan setiap tahunnya,” imbuhnya.
Dokter Hewan Adhiva Shela mendukung langkah pemerintah untuk mencegah penyakit rabies. Pasalnya, penyakit ini tidak hanya menular kepada hewan, namun juga dapat menjangkiti manusia. “Pemberian vaksin terhadap anjing dan kucing merupakan salah satu upaya agar rabies tidak menyebar,” katanya.
Menurut dia, upaya pencegahan tidak semata-mata menjadi tugas dari pemerintah. Namun, masyarakat juga harus ikut berpartisipasi dengan melakukan perawatan terhadap hewan yang dipelihara. “Harus dirawat secara teratur, mulai dari kebersihan hingga kesehatannya. Sebab, jika dipelihara dengan sembarangan maka tidak menutup kemungkinan menjadi sumber penyebaran penyakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Bareskrim mengungkap dugaan penyadapan nomor Presiden Prabowo melalui LIMS tanpa prosedur. Kenali fungsi, cara kerja, dan pengamanan sistem tersebut.
Hasto Kristiyanto mengapresiasi pengungkapan dugaan penyadapan ilegal di Polri dan meminta kasus itu menjadi momentum pembenahan institusi.
Hilary Duff mengenang aksi usil bersama teman-temannya saat remaja. Mereka pernah mengerjai rumah seorang pria yang memperlakukan sahabatnya dengan buruk.
Pengguna aktif AI generatif di dunia mencapai 3,24 miliar orang pada Oktober 2026. ChatGPT masih menjadi platform paling banyak digunakan.
Sebanyak 11 wakil Indonesia bertanding pada babak 32 besar Korea Open 2026, Rabu (4/11). Alwi Farhan dan Anthony Ginting siap beraksi.