Lotus Care Siap Layani Wisatawan Hingga Pasien Paliatif

CEO Lotus Care Yogyakarta Christantie Effendy (tengah) saat launching Pusat Perawatan Luka Modern dan Paliatif Lotus Care, Sabtu (9/2/2019). - Ist/Lotus Care.
09 Februari 2019 15:37 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sebuah Pusat Perawatan Luka Modern dan Paliatif Lotus Care secara resmi beroperasi di Nogosaren Baru, Nogotirto, Gamping, Sleman Sabtu (9/2/2019). Klinik ini memberikan layanan kepada masyarakat dalam perawatan luka, pasien paliatif hingga wisatawan yang berada di Jogja.

CEO Lotus Care Yogyakarta Christantie Effendy menyatakan, pihaknya memberikan layanan salah satunya perawatan luka, terutama diabetes. Karena seringkali luka akibat diabetes sembuhnya cenderung lama sehingga jika diurus di rumah sendiri, keluarga pasien kesulitan karena butuh ketelitian. Di sisi lain, pasien seringkali enggan ketika harus opname di rumah sakit hanya untuk merawat luka. Sehingga layanan itu sesuai dengan kebutuhan pasien, jika butuh di rumah maka tim akan mendatangi pasien.

Ia menambahkan, layanan perawatan luka pada pasien kanker juga dibuka di Lotus Care, karena akhir-akhir ini banyak pasien kanker yang butuh layanan perawatan luka. Pihaknya memberi kesempatan kepada pasien yang kesulitan untuk berobat tidak harus ke rumah sakit. “Intinya kami memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan,” katanya dalam keterangan persnya, Sabtu (9/2/2019).

Christantie mengatakan, Jogja sebagai kota pelajar dan tujuan wisata menjadi salah satu objek layanan terutama bagi wisawatan atau siapapun orang dari luar Jogja dalam keadaan sakit luka diabetes dan sejenis. Sehingga masyarakat dari luar daerah yang datang ke Jogja dalam keadaan sakit, tidak perlu khawatir. Bahkan jika wisatawan sakit berada di hotel, timnya siap mendatangi setiap saat.

“Ini alternatif untuk membantu turis yang sedang liburan ke Jogja, jadi biasanya kan orang liburan ingin mengajak seluruh keluarganya, nah kalau ada yang sakit, luka bagaimana, kami siap melayani,” ucap wanita yang menjabat sebagai Ketua Himpunan Perawat Onkologi (Himponi) DIY ini.

Pasien Paliatif

Ia menambahkan pihaknya juga membuka layanan bagi pasien paliatif untuk dirawat. Pasien paliatif merupakan pasien yang penyakitnya sudah tidak bereaksi dengan pengobatan kuratif. Mengingat selama ini keluarga seringkali kebingungan ketika harus mendatangkan petugas medis dari rumah sakit. Pihaknya berupaya memberikan layanan dari awal sampai selesai, mulai dari konsultasi tanpa harus membawa pasien sampai anggota keluarga bisa melakukan perawatan mandiri.

Tujuan utama perawatan bagi pasien paliatif ini adalah agar kualitas hidup pasien bisa meningkat. Selain itu pihak keluarga juga tidak terbebani melakukan pengobatan.

“Kami bahkan sampai memberikan layanan misalnya, kalau pasien itu ingin dirawat di rumah, terus kamarnya harus disetting seperti apa. Sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup pasien, apapun kondisi yang dihadapi,” ucap Dosen UGM ini.

Operational Manager Lotus Care Wawan Febri Ramdani mengatakan, selama launching pihaknya memberikan pengobatan gratis dari sejak tagngga 1 Februari sampai 15 Februari 2019 untuk semua jenis layanan. Perawat yang bertugas seluruhnya telah memiliki surat izin praktek dan surat tanda registrasi.

Sehingga seluruh personel perawat dipastikan memiliki kompetensi ahli di bidangnya. Lotus Care juga akan memberikan layanan kepada masyarakat kurang mampu melalui program subsidi silang. “Kami berupaya menghadirkan layanan alternatif terhadap pasien yang butuh perawatan tanpa harus opname di rumah sakit,” katanya.