Warga di Sleman Bangun Galeri Batik Nardbouven

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun (kiri) saat melihat proses pembuatan batik tulis di Galeri batik tulis Nardbouven dan tempat kuliner Mulih Ndeso di Jalan Palagan Tentara Palagan, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Minggu (10/2/2019). - Ist/Pemkab Sleman.
14 Februari 2019 17:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Galeri batik tulis Nardbouven dan tempat kuliner Mulih Ndeso di Jalan Palagan Tentara Palagan, Kecamatan Ngaglik, Sleman menjadi salah satu upaya peningkatan ekonomi kerakyatan dan UMKM di Sleman. Pembangunan galeri batik dan tempat kuliner tersebut merupakan inisiatif masyarakat setempat yang dipimpin oleh Nardiyono Wibowo.

Nardiyono mengatakan, pendirian galeri batik dan kuliner tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Saat ini kurang lebih ada sebanyak 400 masyarakat yang diberdayakan di tempat tersebut. Ia berharap dengan diresmikannya tempat tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin masyarakat bisa mandiri. Meski kami sadar ini tidak bisa instan," katanya, Minggu (10/2/2019).

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, didampingi Ketua Tim Penggerah PKK Sleman, Kustini Sri Purnomo, melakukan peresmian terhadap Galeri batik tulis Nardbouven dan tempat kuliner Mulih Ndeso tersebut pada Minggu (10/2).  

Menurut Sri Muslihatun, galeri batik yang didirikan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat sekitar. Ia mengakui tidak mudah mengembangkan ekonomi kerakyatan saat ini. Kendati demikian, ia mengimbau para pelaku usaha yang bergerak di bidang ekonomi kerakyatan untuk selalu gigih dalam menjalankan usahanya.

"Ini sumbangan yang luar biasa dari masyarakat. Tapi ini harus selalu dibimbing, didampingi agar hasil produksinya bagus, kemudian laris dan menjadi besar,” ujar Sri Muslimatun.

Lebih lanjut, Sri Muslimatun, mengatakan, Pemkab Sleman berkomitmen untuk mendorong Usaha Kecil Menengah (UMKM) bagi masyarakat. Ia juga mengatakan pemerintah selalu siap untuk mendampingi para pelaku usaha sampai terampil. Bantuan tersebut menurutnya meliputi biaya pelatihan, pemberian sertifikat serta pemasaran.  

"Para peserta pelatihan ini nanti juga kita berdayakan untuk menjadi pelatih bagi peserta yang baru,” katanya.