Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Bupati Gunungkidul Badingah (kanan) saat panen raya jagung di Desa Getas, Kecamatan Playen, Senin (18/2/2019)./harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Petani di Gunungkidul berharap harga jagung bisa terus stabil. Pasalnya, jika harga naik turun maka petani akan rugi. Flukutasi harga jagung terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Sebagai contoh pekan lalu harga jagung pipil berada di kisaran Rp5.000 per kilogram, sedangkan pada Senin (18/2/2019) turun menjadi Rp3.500 per kilogram.
Keluhan naik turunnya harga jagung ini salah satunya disuarakan oleh Ponijem, petani jagung asal Desa Getas, Kecamatan Playen. Menurut dia harga jagung kering pipil dipasarkan Rp3.500 per kilogram. “Sudah turun karena harga sebelumnya sempat tembus Rp5.000 per kilogram,” kata Ponijem kepada wartawan, Senin.
Menurut dia turunnya harga jagung menjadi pukulan bagi petani. Terlebih lagi saat ini petani sedang memasuki masa panen. “Ya kalau terus turun kami yang rugi,” katanya.
Ia berharap pemerintah bisa menjaga harga komoditas jagung tetap stabil. Menurut Ponijem, harapan petani tidak muluk-muluk dengan meminta harga yang tinggi. Pasalnya, jika harga terlalu tinggi, jagung juga tidak laku di pasaran. “Harga Rp4.000 sudah baik, kalau harganya lebih tinggi nanti tidak laku di pasaran,” katanya.
Turunnya harga jagung kering diamini oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto. Menurut dia harga jagung cenderung turun karena pekan lalu sempat tembus Rp5.000 per kilogram. Dia menduga turunnya harga disebabkan karena saat ini memasuki masa panen sehingga stok jagung di pasaran melimpah.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto, saat menghadiri panen raya jagung di Desa Getas, Kecamatan Playen, mengatakan pemerintah terus berupaya agar harga komoditas tidak naik turun. Menurut dia salah satu upaya yang dilakukan dengan memberikan bantuan mesin pengering. “Mesin pengering bisa digunakan seaktu-waktu sehingga tidak terpaku pada cuaca. Harapan kami untuk menjaga petani juga ikut berpartisipasi dengan cara tidak menjual jagung secara serempak,” katanya.
Selain terus melakukan pengawasan di lapangan, untuk tahun ini pemerintah menargetkan produksi jagung mencapai 30 juta ton. “Mudah-mudahan target ini bisa terpenuhi,” katanya.
Di dalam panen raya ini juga dilaksanakan kesepakatan antara kelompok tani dengan himpunan peternak kecil. Kerja sama bertujuan untuk menyerap hasil panen di Desa Getas di lahan seluas 135 hektare atau setara 1.080 ton. Untuk harga jual dipatok Rp3.650 per kilogram dengan catatan kadar air 17%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Trump menyambut langsung Xi Jinping di bandara AS. Kunjungan tiga hari ini diwarnai agenda perdagangan, teknologi, Taiwan hingga Iran.
Menlu Sugiono akan membawa pesan ketahanan global dalam Sidang Umum PBB ke-81, termasuk isu Palestina dan reformasi PBB.
PHRI Sleman mengungkap sejumlah kendala peningkatan wisatawan dan okupansi hotel, mulai efisiensi anggaran hingga investasi dan event besar.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Korban dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, mencapai 276 orang. Pemkab mengancam menutup SPPG jika terbukti lalai.