900 Ton Gandum Sudah Dikirim ke Palestina, Laju Peduli Ungkap Sumbernya
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan lava pijar pada Senin (18/2/2019) pagi. Kondisi tersebut terpantau dari daerah Bimomartani, Ngemplak, Sleman./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja menyimpulkan awan panas yang meluncur pada Senin (25/2/2019) pukul 11.24 WIB tergolong kecil. Jarak luncurnya hanya 1.100 meter atau masih di bawah titik aman yang direkomendasikan sejauh 3km.
"Awan panas itu masih kurang dari rekomendasi yang kami sampaikan. Kalau sudah menyentuh 3km kami tentu akan melakukan evaluasi. Jadi statusnya masih sama [Waspada], dan rekomendasinya juga masih sama. Masyarakat masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa karena tidak ada perubahan aktivitas yang signifikan," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida kepada wartawan, Senin (25/2/2019).
Hingga kini, katanya, suplai magma masih kecil sehingga keluarnya awan panas masih sedikit. Selain itu, ancaman yang muncul juga masih belum membahayakan penduduk.
"Sudah saya sampaikan berkali-kali bahwa suplai magma sekarang ini kecil sekali ya. Sehingga ini yang membuat diam setelah itu kembali terjadi awan panas kecil, setelah diam baru nanti muncul lagi," ujarnya.
Sementara akibat awan panas guguran, lanjut Hanik, hujan abu tipis terpantau terjadi di lereng Merapi yang berada wilayah Kabupaten Magelang. Tercatat sebagian wilayah Kecamatan Dukun di Kabupaten Magelang terdampak hujan abu tipis.
"Hujan abu itu tipis sekali sehingga hanya turun di sekitar Merapi saja. Jangan dibilang sampai penerbangan ya, ini masih kecil. Saya sampaikan masih kecil, dan juga abunya tipis sekali sehingga hanya lokal saja," katanya.
Menurutnya, ini merupakan awan panas ke 13 kalinya sejak 29 Januari lalu. Hal itu menunjukkan aktivitas Merapi masih dalam skala kecil karena suplai magma dari dalam terbatas.
Meski begitu, dia tetap meminta agar masyarakat mewaspadai potensi banjir lahar hujan meskipun volumenya saat ini masih sedikit. Hal itu terkait dengan masih adanya hujan di wilayah Merapi. "Kalau hujan lebat ke arah hulu ada, potensi Kahar juga masih kecil," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.