Imbas Jalan Gito Gati Direnovasi, Warga Takut Melintas di Jembatan Bambu

Arus lalu lintas di Jalan Gito Gati seperti terlihat Senin (7/1/2018) - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
06 Maret 2019 04:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Warga takut melintas di jembatan bambu yang ada di Denggung, Sleman.

Ratini, 46, warga dusun Jetis Denggung, Tridadi, Kecamatan Sleman, Sleman mengatakan jika ia takut untuk menyeberangi jembatan bambu yang dibuat oleh warga dan karang taruna di Pedukuhan Denggung imbas dari renovasi jembatan di jalan Gito Gati yang juga menyasar jembatan Denggung.

Ratini mengatakan jika ia takut untuk menyeberangi jembatan sementara tersebut karena kondisi yang curam. "Lagian juga cuman bambu, lembab, banyak nyamuknya juga," kata Ratini kepada Harian Jogja, Selasa (5/3/2019).

Ratini mengatakan jika jembatan tersebut awalnya dibangun dari oleh karang taruna karena adanya renovasi jembatan Denggung di jalan Gito Gati. "Kasihan kalau yang sudah sepuh harus lewat situ," katanya.

Sedangkan, Israni, 53, yang juga merupakan warga dusun Jetis Denggung mengatakan jika ia takut ketika melewati jembatan tersebut nanti tiba tiba bisa ambles. "Kan itu bambu takutnya nanti kena panas nanti terus lembab nanti akan keropos dan ambruk, malah tidak efisien," jelasnya.

Sementara itu, Juni, 59 warga Sendang Adi Mlati, yang merupakan petugas security salah satu perumahan yang terletak di dusun Jetis Denggung juga mengatakan, jika warga sesungguhnya membutuhkan akses jembatan sementara yang layak, karena notabene banyak warga Denggung yang memiliki sawah dan harus melewati sungai.

"Mau ke sawah kan kasihan harus muter jauh, kalau ada rapat-rapat karena masih satu padukuhan, apalagi kalau ada kegiatan, kalau harus muter terlalu jauh, setidaknya jembatan pertolongan dibutuhkan warga," katanya.

Adapun, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman mengatakan jika jembatan bambu yang ada di Denggung itu sifatnya hanya sementara. "Bulan Juli nanti jembatan ditargetkan sudah selesai, jadi nanti jembatan bambu tidak diperlukan lagi," ujarnya.

Sapto juga mengatakan jika program renovasi empat jembatan di Jalan Gito Gati merupakan ranah Dinas PU Provinsi bukan Kabupaten.