Bangkitkan Potensi Seni Budaya Melalui Glagah Gumregah

Salah satu penampilan dalam event Glagah Gumregah di Kampung Glagah RW 01 Warungboto Umbulharjo Kota Jogja, Minggu (3/3 - 2019). Ist/Panitia Glagah Gumregah.
10 Maret 2019 09:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Keberadaan kampung wisata di tengah Kota Jogja menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kampung wisata ini menjadi destinasi yang tak kalah menarik dari objek wisata yang telah ada sebelumnya.

Kampung Glagah RW 01 Warungboto Umbulharjo Kota Jogja adalah salah satu kampung wisata yang sedang bangkit mempromosikan potensi seni maupun budaya. Dengan dukungan Dinas Pariwisata DIY, warga setempat mengadakan gelar potensi Glagah Gumregah pada Minggu (3/3/2019).

Ketua Panitia Glagah Gumregah Endang mengatakan, kegiatan itu digelar karena warga ingin memajukan kampung Glagah dengan potensi yang dimiliki. Gelar potensi Kampung Glagah sekaligus dalam rangka pembinaan terhadap potensi budaya agar dapat dijadikan potensi pariwisata Kota Yogyakarta.

Acara tersebut diawali jalan sehat, dilanjutkan lomba olahan ketela pohon dan wedang sereh, kesenian karawitan Sari Laras, Sanggar Tari Anak Nirwanda dengan Tari Golek Ayun-ayun, Tari Oglek, Tari Kupu-kupu, dan penampilan musik Koes Plus Warto Plus.

Ketua Pokdarwis Umbulharjo Susanto Dwi Antoro mengatakan, melalui pentas seni Glagah Gumregah dapat memperkuat keberadaan kampung wisata Warungboto. Antoro berniat mengembangkan kelompok yang akan mendukung keberadaan kampung wisata.

“Di RW 01 Kampung Glagah kami tonjolkan sektor kerajinan batik Kembang Tebu dan kampung sayur. Kami juga ingin menjadikan kampung ini sebagai kampung shibori. Kedepan diharapkan kampung ini bisa menjadi sentra kain shibori,” ucapnya.

Kabid Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DIY Arya Nugrahadi mengatakan pihaknya memfasilitasi kampung wisata di Kota Yogyakarta untuk bersama-sama menggali potensi agar wisatawan tertarik berkunjung ke kampung wisata.

“Melalui seni dan budaya, kampung wisata dapat hidup dan berkembang kembali disamping potensi kuliner dan kerajinan lainnya,” katanya.