Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Peneliti Sejarah BPNB DIY, Dwi Ratna Nurhajarini (kiri) dan Kaprodi Sejarah FIB UGM, Nur Aini Setiawati saat menjadi narasumber pada Seminar Menggali Potensi Sejarah Lokal di di Dsenopati Malioboro Hotel, beberapa hari lalu./Istimewa-Dinas Kebudayaan Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat didorong untuk lebih mengenali dan menggali potensi sejarah di sekitarnya. Selain untuk menjaga kelestarian sejarah, upaya tersebut dilakukan untuk pengembangan potensi sejarah yang dimiliki masyarakat.
Kasi Sejarah Bidang Sejarah dan Bahasa Disbud Jogja Fitria Dyah Anggraeni mengatakan untuk mendorong agar masyarakat bisa menggali potensi sejarah di sekitarnya, Disbud Jogja menggelar Seminar Menggali Potensi Sejarah Lokal. "Seminar ini merupakan rangkaian seminar yang kami gelar di 14 kecamatan. Tujuannya menggali potensi sejarah lokal di masing-masing wilayah," katanya kepada Harian Jogja, Kamis (14/3/2019).
Seminar yang digelar di D’senopati Malioboro Hotel, Selasa (12/3/2019) tersebut menghadirkan sejumlah narasumber mulai Dwi Ratna Nurhajarini dari BPNB DIY, dan Nur Aini Setiawati Kepala Prodi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UGM. Adapun peserta berasal dari masyarakat Kecamatan Kraton Jogja.
Anggi, sapaan akrab Fitria Dyah Anggraeni berharap ke depan masyarakat di wilayah bisa menemukan potensi sejarah di lingkungan sekitarnya. Setelah itu, mereka dapat mengambil manfaat dari potensi sejarah yang ditemukannya. Seperti, munculnya komunitas penggiat sejarah atau komunitas-komunitas yang sudah ada bisa menggunakan sejarah lokal sebagai referensi atau inspirasi dalam mengembangkan karyanya.
Menurut dia, penyampaian sejarah juga perlu dikemas ala anak muda. Itu dilakukan untuk memotivasi generasi muda belajar sejarah. Salah satu metodenya menggunakan permainan dan fun. Dengan metode fun tersebut, Meraka akan mencari jejak sejarah di sekitarnya. "Jadi sejarah bukan lagi hanya dipelajari dengan seminar tetapi nantinya akan diajarkan melalui seni, tulisan, napak tilas dan lainnya agar lebih sesuai dengan generasi milenial," kata Anggi.
Kepala Prodi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UGM, Nur Aini Setiawati dalam kesempatan itu memaparkan terkait dengan sejarah lokal di Kecamatan Keraton. Perkembangan Kecamatan Kraton, katanya, berawal dari pembangunan kraton di hutan Beringan yang menggunakan sumbu filosofis keraton (sumbu imajiner) meliputi pantai Selatan, Panggung Krapyak, Kraton Jogja, Tugu Golong Gilig dan Gunung Merapi.
"Dari sumbu filosofis ini Kecamatan Kraton dibangun dan memiliki tiga kelurahan. Mulai Kadipaten, Penambahan dan Patehan. Ketiganya juga memiliki sejarah sendiri-sendiri yang masih bisa digali," katanya.
HB I
Peneliti Sejarah dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY Dwi Ratna Nurhajarini memaparkan soal warisan budaya Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengku Buwono I. Di antaranya petilasan Ambarketawang di wilayah Gamping, Tamansari dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Selain itu, ada warisan tak benda dari HB I yang dibagi atas karya seni tari Klasik Kasultanan Jogja. Beberapa tari klasik gaya Yogyakarta diciptakan oleh Sultan HB I antara lain Bedhaya Semang, Beksan Lawung Ageng, Bedhaya Sumreg, Wayang Wong Harjunawiwaha dan Beksan Sekar Medura.
"Pemikiran filosofis Sultan HB I juga menjadi warisan budaya tak benda. Ini menjadi salah satu roh keistimewaan dan nilai dasar budaya DIY. Seperti Hamemayu Hayuning Bawana, Sangkan Paraning Dumadi, Manunggaling Kawula Gusti, Sawiji Greget Sengguh Ora Mingkuh, Catur Gatra Tunggal dan Hamengku-Hamangku-Hamengkoni," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Disdikpora DIY bakal mendata sekolah yang menolak MBG sekaligus mengevaluasi layanan SPPG dan pencegahan keracunan makanan.
KPK menemukan petunjuk dugaan aliran uang saat menggeledah rumah Dirjen PPTR Lampri dalam perkara dugaan suap pengurusan SHGB.
Ekspansi ekonomi digital menuntut kepastian identitas, kepatuhan PSE, dan keamanan transaksi untuk menjaga kepercayaan konsumen.
Sebanyak 1.100 pelari meramaikan Bank Jateng Friendship Run di Kota Semarang, Minggu (20/9/2026)
Petani Temanggung diminta waspadai serangan hama saat kemarau karena cuaca panas dan kering dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.