NYIA Sudah Bisa Didarati Pesawat

Pekerja sedang menyelesaikan proyek pembangunan terminal Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada Rabu (13/3/2019). - Harian Jogja/ Fahmi Ahmad Burhan.
14 Maret 2019 12:37 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Progres pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) sudah mencapai 82% hingga pertengahan Maret ini.

Bahkan, Manajer Proyek NYIA, Taochid Purnama Hadi memastikan NYIA sudah bisa didarati pesawat berbadan sempit atau narrow body aircraft dalam lima hari ke depan. Konstruksi pengaspalan lapis awal landasan pacu bandara pun sudah rampung.

"Untuk runway, malam ini [kemarin] sudah tertutup aspal semua. Kemudian masuk layer pertama dan dalam lima hari ke depan layer kedua setebal 7,35 sentimeter sudah selesai. Itu sudah bisa menerima beban dari pesawat narrow body seperti Boeing 737 dan Airbus A320 seperti di Bandara Adisutjipto," kata Taochid, pada Rabu (13/3/2019).

Taochid menambahkan sepekan ke depan, Angkasa Pura I mempersiapkan proses verifikasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan RI. Taochid mengatakan dalam sepekan ke depan akan mempersiapkan verifikasi dari DJPU Kementerian Perhubungan RI. Menurutnya, nanti setelah ada verifikasi, pihaknya menunggu catatan rekomendasi dan mandatori.

Progres untuk minimum operasi dan persiapan peresmian di April nanti, kata Taochid, sudah 82%. Sementara, secara keseluruhan untuk full operation bandara, progresnya sampai saat ini sudah mencapai 37%.

"Kalau untuk bandara full operation kami targetkan di akhir tahun sudah selesai. Sementara untuk minimum operation sudah 82%, terminal sudah finish, tinggal penunjangnya," kata Taochid.

Menurut Taochid, fasilitas airside dan landside NYIA sudah hampir selesai. Ia mengatakan, pada airside, landasan pacu sepanjang 3.250 meter, dua buah paralel taxiway, rapid exit, dan apron sudah selesai dan tinggal menunggu penyempurnaan.

Untuk fasilitas landside, gedung terminal penumpang dengan luas 12.920 meter persegi sudah rampung dan sedang dalam proses penyempurnaan interior dan eksteriornya. Di bagian luar, ada juga sebuah masjid dan sudah dirampungkan.

Saat ini, pelaksana proyek masih mengejar progres penyelesaian untuk instrumen pendukung. "Terminal sudah finish, tinggal pengerjaan di dalam, ada elektronika bandara, counter check in, konter imigrasi, juga lampu," ungkap Taochid.

Untuk pembangunan underpass di NYIA, sudah dicor. Menurutnya, beberapa hari ke depan underpass tersebut akan dihubungkan dengan parkir bandara. "Underpass harus sudah siap mendukung international operation. Namun, saat ini kalau keseluruhan belum, targetnya di akhir tahun ini selesai," katanya.

Menara Air Traffic Control (ATC) untuk NYIA juga sudah berdiri. "Kemarin sudah dilakukan pengecoran terakhir, lalu tinggal arsitektural di dalamnya. Operasi ATC menerapkan modular tower," ucapnya.

Ia mengatakan ornamen kearifan lokal sudah dipasang pada beberapa arsitektur bandara. Ada motif batik kawung yang sudah terpampang di terminal. "Ada [motif batik kawung] juga di atap nanti. Nanti itu atapnya berupa skylight," ujarnya.

Konsep kearifan lokal lainnya yang diterapkan pada arsitektur bandara yaitu konsep Taman Sari di lantai dasar. Sementara, di pintu keluar dan masuk memakai model lawang papat.

"Di antara terminal dan parkir ada koridor connecting. Nanti itu untuk retail dan UMKM di sepanjang pinggir jalan," katanya.

Ornamen lainnya yang menghiasi bandara yaitu ukiran kerakyatan dengan relief-relief berupa petani dan pekerja di sekitaran terminal bandara.

Terkait ornamen kearifan lokal yang diterapkan di NYIA, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo berharap ada juga ornamen khas Kulonprogo yang bisa diterapkan di arsitektur bandara. Ia berharap agar ada motif geblek renteng yang diterapkan di arsitektur pembangunan underpass NYIA.

"Saya memang berharap pembangunan bandara bisa menampilkan ciri khas daerah seperti geblek renteng," ujar Hasto. Ia juga berharap, ada stan UMKM di bandara yang menampilkan ciri khas kedaerahan Kulonprogo.