Tiga Hari ke Depan, DIY Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Ilustrasi hujan lebat. - Reuters
17 Maret 2019 00:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Mlati memprediksikan cuaca untuk tiga hari ke depan di wilayah DIY dan sekitarnya masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, mengatakan kondisi ini terjadi karena ada dukungan pembentukan awan-awan yang bisa menyebabkan hujan di wilayah Jogja.

Faktor yang mendukung kondisi tersebut antara lain karena saat ini di wilayah Jawa merupakan area palung atau trough akibat munculnya low pressure di sebelah timur pulau Jawa dan selatan Papua. "Akibatnya memicu pembentukan awan awan hujan di wilayah DIY," kata Djoko kepada Harian Jogja, Sabtu (16/3/2019).

Khususnya, lanjut Djoko, jenis awan konvektif seperti cumulonimbus. "Hal ini juga didukung dengan menghangatnya suhu permukaan laut di perairan selatan jawa sehingga memberikan suplai uap air besar bagi pertumbuhan awan awan hujan," paparnya.

Djoko juga menuturkan jika hujan yang terjadi bisa disertai petir dan angin kencang.

Adapun, terkait dengan potensi hujan, kata Djoko, akan banyak terjadi di wilayah utara hingga tengah DIY seperti Sleman, Kulon Progo dan Bantul Utara serta kota Jogja.

Djoko menekankan dengan adanya situasi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG DIY mengeluarkan beberapa imbauan pada masyarakat, yaitu waspada potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor.

"Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang/roboh, Agar tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/petir," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan, mengatakan jika prediksi BMKG merupakan peringatan dini adanya potensi yang bisa memicu terjadinya bencana hidrometereologis.

Tak lupa, Makwan juga mengatakan pihaknya terus memantau potensi cuaca ekstrem sebagai dasar kesiapsiagaan masyarakat yang masuk kategori rawan sesuai dengan peta kerawanan.

Makwan mengimbau agar masyarakat yang berada di daerah rawan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Adapun, Makwan juga mendorong warga bila terjadi kondisi darurat untuk segera lapor ke pusdslop BPBD, 0274 2860051 yang akan direspons denga cepat oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman.