Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Peserta lomba angklung grup sedang tampil dalam IRM Jambidan Kids Festival, di Balai Desa Jambidan, Banguntapan, Bantul, Sabtu (23/3/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL--Ikatan Remaja Muhammadiah (IRM) Jambidan menggelar IRM Jambidan Kids Festival, yang diikuti peserta tingkat TK dan SD se DIY. Lomba berlangsung di Balai Desa Jambidan, Banguntapan, selama tiga hari, Jumat-Minggu (22-24/3).
Koordinator acara, Aditya galih Setiawan, mengatakan Kategori yang dilombakan dalam acara ini ada tiga, yakni angklung grup, angklung solo dan paduan suara. Satu kelompok angklung grup terdiri dari 15-50 orang. “Peserta lomba angklung grup ada 105 kelompok, angklung solo 20 dan paduan suara 15,” kata Galih, Sabtu.
Dalam lomba ini, para peserta akan memperebutkan trofi bergilir Gubernur DIY, trofi tetap Bupati Bantul, trofi tetap Dinas Pendidikan DIY dan Dinas Pendidikan Bantul. Acara yang rutin digelar setiap tahun ini telah memasuki tahun keempat.
Galih menuturkan, IRM bekerjasama dengan komunitas Angklung Kids Yogyakarta untuk menjaring peserta dari berbagai wilayah di DIY. “Komunitas ini terdiri dari guru-guru angklung yang tersebar di DIY, jadi mereka yang menyarikan pesertanya,” ungkap Galih.
Acara ini digelar rutin setiap tahun dalam rangka yang pertama adalah sebagai media untuk memperkenalkan Desa Jambidan pada masyarakat DIY, yang kedua adalah untuk mengasah softskill para peserta lomba terutama dalam bermain music tradisional angklung, serta mengembangkan pengalaman IRM sendiri dalam menyelenggarakan acara besar.
Selain perlombaan, IRM juga menyediakan ruang bagi stan-stan makanan ringan di areal perlombaan. Setiap peserta dipungut biaya Rp300.000 untuk angklung grup, dan Rp150.000 untuk paduan suara serta angklung solo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.