TNI dan Sejumlah Komunitas Kompak Bersihkan Gajah Wong

Anggota TNI dan beberapa komunitas membersihkan Taman Legawong dan tepian Sungai Gajah Wong, di Gambiran, Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Minggu (24/3/2019). - Harian Jogja/Uli Febriarni
24 Maret 2019 17:32 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kodim 0734 Jogja membuktikan komitmen TNI dalam menjaga kelestarian alam. Bersama sejumlah komunitas seperti FKPPI dan Anak Korps Baret Merah (AKBM) serta masyarakat, personel Kodim 0734 Jogja membersihkan Sungai Hajah Wong, tepatnya di kawasan Gambiran, Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Jogja, Minggu (24/3).

Dandim 073/4 Jogja, Letkol Inf. Wiyata Sempana Aji mengungkapkan bersih-bersih sungai merupakan kegiatan yang mulia dalam hal menjaga kehidupan ekosistem sungai. Peduli terhadap lingkungan, antara lain terhadap kebersihan sungai, menjadi bagian dari tugas TNI dalam memberdayakan salah satu wilayah pertahanan.

Dalam dunia militer, sungai bisa menjadi jalur perhubungan, logistik sumber air, pertahanan wilayah, rintangan bagi musuh, dan lainnya. Selain itu, sungai juga memiliki hubungan dengan akses ekonomi, kesehatan dan lain-lain bagi masyarakat di sekitar sungai. Bahkan, apabila sungai terawat kondisinya, bisa menunjang pariwisata. "Kami juga ingin mengedukasi masyarakat perihal begitu banyak manfaat dan dampak positif dari sungai," kata dia, di Taman Legawong, Gambiran.

Dengan menjaga alam, dia percaya alam juga akan menjaga manusia. Sungai dipilih menjadi lokasi kegiatan bersih-bersih, mengingat belakangan ini kerap terjadi bencana alam yang berhubungan dengan air, di sejumlah daerah, tak terkecuali DIY. Sebelum mengatasi bencana, alangkah lebih baik TNI bersama masyarakat mencegah bencana. "Alam sudah punya keseimbangan diri, bila ia tidak dalam kondisi seimbang, maka ia akan menyeimbangkan dirinya sendiri. Banjir bandang dan bencana alam lainnya, adalah bentuk alam sedang mengembalikan keseimbangan dirinya," kata Wiyata.

Danramil 07/Umbulharjo, Mayor Inf. A. Nur Wahid mengatakan bersih-bersih sungai merupakan antisipasi jangan sampai sungai meluap, di masa hujan dengan intensitas tinggi seperti sekarang. Apalagi, di sejumlah titik dijumpai struktur yang mulai retak. Harapannya, bila sampah atau benda penghalang lain disingkirkan dari talut dan bronjong, maka air tidak sampai meluap ke permukiman warga.

Bersih sungai diikuti ratusan personel gabungan, termasuk masyarakat dan komunitas yang berpartisipasi. Mereka selanjutnya dibagi menjadi dua tim, bekerja di wilayah barat dan timur Taman Legawong.

Divisi Penelitian dan Pengembangan AKBM Jogja Istimewa, Dwi Joko Nugroho menjelaskan, kegiatan bersih sungai merupakan kegiatan positif yang diharapkan bisa dilaksanakan berkelanjutkan. "Agar dapat menumbuhkan kesadaran untuk melestarikan lingkungan," ucapnya.