Jembatan Ngentak Rencana Ditutup Kamis

Papan peringatan telah disiapkan menjelang kegiatan proyek rehabilitasi jembatan Ngentak yang rencananya akan dilakukan penutupan pada Kamis (28/3 - 2019).
26 Maret 2019 05:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah provinsi DIY melakukan rapat koordinasi dengan mengundang sejumlah pihak. DI antaranya, Dishub Sleman, Dishub DIY, Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman, dan pihak terkait di balai desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Senin (25/3/2019).

Rapat tersebut terkait dengan adanya kegiatan pelaksanaan paket pekerjaan preservasi Jalan Jogja-Tempel-Pakem-Prambanan-Yogyakarta, dan paket rehabilitasi jembatan Ngentak I di desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Achmad Subhan, mengatakan jika kegiatan proyek rehabilitasi jembatan Ngentak sumber dananya berasal dari Kementerian PUPR melalui satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) wilayah provinsiv DIY.

"Mereka yang punya kewenangan. Kami dari DPUPKP hanya memantau proses dan tidak dilibatkan dalam struktur, proyek dari pusat dana APBN wilayah provinsi, dan Sleman diundang terkait penutupan tersebut jika ada yang kurang sesuai kita koreksi, karena dampaknya akan merusak jalan," jelas Subhan kepada Harian Jogja, Senin (25/3/2019).

Achmad Subhan juga mengatakan jika rapat koordinasi bakal dilanjutkan pada Kamis (28/3/2019). "Hari ini belum ditutup karena DPUPKP Sleman minta semua harus siap baik rambu, petugas, dan ruas mana saja yang akan menjadi pengalihan," jelasnya.

Pihak PJN, Kontraktor, dan Pengawas, lanjut Subhan, belum siap untuk dilakukan penutupan jembatan. "Di dalam forum semua pihak minta semua harus disiapkan karena akan berdampak pada jalur pengalihan terutama jenis kendaraan berat," imbuhnya.

Achmad Subhan juga mengatakan jika di jembatan Ngentak sendiri akan dilakukan penutupan pada Kamis (28/3/2019).

Setelah dilakukan upaya penutupan, kata Subhan, otomatis proyek rehabilitasi jembatan Ngentak sudah berjalan. "Jika ada kerusakan akan di perbaiki sesuai status jalan dan kontraktor juga bertanggung tentang hal tersebut," ungkapnya.

Acmad mengatakan jika jembatan ditargetkan sudah siap kembali untuk dilewati kendaraan sebelum lebaran 2019. Artinya, kata Subhan, jembatan sudah jadi sebelum lebaran yang jatuh pada 4-5 Juni 2019.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Sulton Fatoni, mengatakan jika Dishub Sleman terlibat sebagai tim koordinasi. "Yang bertanggung terhadap proyek rehabilitasi jembatan Ngentak yaitu satker PJN wilayah DIY," ungkapnya.

Senada dengan Subhan, Sulton mengatakan jika trial penutupan jembatan akan dilakukan dalam sehari. "Dilanjutkan setelah ada kesepakatan tim," ungkapnya.

Adapun, kata Sulton, proyek rehabilitasi jembatan Ngentak akan dilaksanakan selama 180 hari mulai Maret ini.

Untuk skema lalu lintas sendiri, lanjut Sulton, truk besar nanti akan diarahkan lewat jalan Magelang. "Masuk ke Sleman Turi [beteng] sampai di simpang empat Turi," katanya.

Tak lupa, baik Sulton maupun Subhan mengatakan jika motor masih bisa melewati jembatan Ngentak yang akan dilakukan upaya rehabilitasi.