Tingkatkan Pengetahuan Warga lewat Bedah Pustaka

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih (tiga kiri) pada acara bedah buku di Balai Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Sleman, Selasa (26/3/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
26 Maret 2019 20:32 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pengetahuan terkait dengan kepariwisataan harus terus di-upgrade untuk masyarakat. Salah satunya adalah melalui bedah buku.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Dinas Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD), Juli Sugiarto mengatakan bedah buku berjudul Membangun Pariwisata dari Bawah yang digelar di Balai Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Selasa (26/3) tersebut bertujuan meningkatkan literasi dan membudayakan budaya membaca kepada masyarakat, khususnya warga di Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.

"Bedah buku kali ini akan membahas pariwisata dari bawah, karena Jogja ini merupakan salah destinasi wisata utama. Maka dari itu perlu adanya peningkatan informasi seputar kepariwisataan," kata Juli kepada Harian Jogja, Selasa (26/3/2019).

Tema membangun pariwisata dari bawah ini, lanjut Djuli, karena ini hasil penelitian dari dosen dosen yang ada di UGM. "Jadi, memang praktisi yang menangani ini dan mereka juga mendampingi desa-desa yang dikembangkan oleh Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM, kalau bisa ada juga kerja sama dari dinas pariwisata, dari pihak peneliti di UGM, dan pihak desa itu sendiri," kata dia.

Di Sleman, kata Djuli, saat ini sudah ada desa yang mampu mengembangkan objek wisata seperti Kampung Flory, Tebing Breksi dan Desa Wisata Ledok di Dusun Ledoksari, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan. "DPAD DIY mendorong agar masyarakat memiliki role model dalam pengembangan pariwisata," kata dia.

Staf peneliti Puspar UGM Desta Titi Raharjana mengatakan bedah buku kali ini dalam rangka penguatan dalam pembangunan pariwisata yang sejalan dengan judul buku Membangun Pariwisata dari Bawah.

Di satu sisi, kata Desta, hal ini sangat kontekstual karena upaya membangun pariwisata dari pinggiran ini sedang digalakkan oleh Pemkab. "Nah, desa wisata sebagai alternatif, jadi paradigma membangun desa ini bisa lewat sektor kepariwisataan karena secara ekonomi diharapkan dapat mendukung alternatif pendapatan bagi masyarakat, sehingga respons masyarakat diperlukan," kata dia.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih mengaku menyambut baik kegiatan bedah buku DPAD DIY. "Karena hal tersebut dalam rangka untuk mendorong pengembangan pariwisata di Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Sleman," ujarnya.

Dia juga mengatakan jika geliat desa wisata di Sleman sendiri dinilai baik. "Sangat bagus, terbukti desa wisata kami meningkat menjadi 47 desa wisata, sedangkan di 2018 ada 31 desa wisata," kata dia.