Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Petugas BPJS Ketenagakerjaan melayani warga di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (22/6/2017)./Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– BPJS Ketenagakerjaan Gunungkidul terus menggelar sosialisasi kepesertaan. Selain menyasar pekerja di sektor formal, sektor informal juga ditarget menjadi sasaran kepesertaan. Untuk tahun ini BPJS Ketenagakerjaan Gunungkidul menargetkan 7.000 peserta dari sektor informal.
Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BPJS ketenagakerjaan Kabupaten Gunungkidul, Dhian Novita, mengatakan kepesertaan dari sektor informal masih minim. Hingga saat ini yang terdata dalam kepesertaan baru mencapai 2.900 orang.
Dian menyatakan jajarannya terus menyosialisasikan kepesertaan tak hanya untuk pekerja formal. Sosialiasi juga dilakukan secara mandiri dengan mendatangi para pekerja secara langsung, seperti mendatangi kelompok nelayan serta ke pasar tradisional. “Kami terus melakukan sosialisasi karena semua berhak ikut kepesertaan karena banyak manfaat yang bisa diperoleh,” katanya kepada wartawan, Selasa (26/3/2019).
Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari jaminan kecelakaan kerja, kematian hingga jaminan hari tua. Menurut dia, kepesertaan ini sangat membantu pekerja saat terjadi insiden. Sebagai contoh saat terjadi kecelakaan kerja, seluruh biaya perawatan ditanggung dan pekerja mendapatkan santunan tidak mampu bekerja. “Hal yang sama juga diberikan saat terjadi kematian dalam kecelakaan kerja akan ada kompensasi yang diberikan kepada keluarga pekerja,” katanya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Gunungkidul, Suyono, mengatakan komitmennya untuk membantu sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. Menurut dia sosialisasi untuk pekerja informal di Gunungkidul meliputi petani, buruh bangunan, nelayan dan pedagang. “Kepesertaan bukan hanya untuk PNS atau pekerja di sektor formal, tapi kalangan seperti buruh, pedagang, nelayan juga membutuhkan jaminan perlindungan kerja,” katanya.
Suyono menuturkan jaminan sosial untuk para pekerja informal sangat penting karena pekerja rentan mengalami kecelakaan kerja sehingga membutuhkan jaminan. “Selain BPJS Kesehatan ada BPJS Ketenagakerjaan sehingga diharapkan masyarakat Gunungkidul ikut karena kepesertaan dapat memberikan jaminan saat terjadi kecelakaan kerja hingga kematian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Kemeriahan Laki Code kemudian ditutup dengan special performance dari DJ Paws dan Los Pakualamos yang memukau dari panggung utama
UII mengecam penangkapan relawan dan jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, termasuk alumnus UII asal Indonesia.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.