Pembangunan Jogja 2020 Fokus pada Peningkatan Daya Saing

Suasana Pasar Beringharjo, Senin (18/6/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
29 Maret 2019 07:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja akan melaksanakan pembangunan tematik untuk 2020, dengan tajuk Peningkatan Daya Saing sebagai Pusat Pelayanan Jasa untuk Masyarakat Berdaya dan Berbudaya.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, dalam Musrenbang RKPD Kota Jogja 2020, di Grha Pandawa Balai Kota Yogyakarta, Kamis (28/3/2019).

Heroe mengatakan, Jogja memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi se-Indonesia, yakni mencapai 85,32. Tapi sayangnya, dalam ketimpangan ekonomi, Jogja juga tertinggi di Indonesia. “Ini yang masih menjadi PR kami,” kata Heroe, Kamis.

Menurutnyaa, pertumbuhan ekonomi di Jogja masih didominasi oleh kelompok kelas atas, sedangkan di kelas bawah masih cenderung stagnan. Banyak orang luar daerah, terutama Jakarta yang mengklaim tingginya ketimpangan diakibatkan oleh UMR yang rendah.

Tapi menurut Heroe, penaikan UMR bukan obat yang paling tepat karena aka nada kontraksi ekonomi di baliknya yang justru akan memperparah perekonomian.

Salah satu yang menjadi poin dalam pembangunan 2020 ini adalah pengembangan pasar tradisional, agar tidak hanya sebagai tempat menjual bahan pokok, tapi juga bisa memasarkan produk potensi yang dimiliki masyarakat.

Ia mencontohkan revitalisasi Pasar Prawirotaman. Nantinya pasar ini akan dikembangkan dengan konsep lantai satu sebagai pasar tradisional dan lantai dua sebagai tempat pemasaran produk unggulan dari masyarakat.

Modernisasi pasar tradisional juga dilakukan dalam pemungutan retribusi pedagang. Ia mengklaim seetidaknya ada lima pasar yang telah menggunakan sistem e-retribusi. Ini ditujukan agar proses retribusi dan pendataan bisa lebih cepat.

Pasar juga akan didorong agar tidak saja menjadi ruang transaksi, tapi juga sebagai ikon wisata. Contohnya adalah Beringharjo, yang kini buka sampai malam. “Orang kalau ke Jogja masih bingung kalau malam mau kemana, sehingga pasar-pasar akan kita kembangkan untuk buka sampai malam, agar bisa melayani masyarakat dan wisatawan,” ungkap Heroe.

Pembangunan Taman Pintar 2 atau yang akan dinamakan Science Park juga akan dilakukan Pemkot di wilayah selatan Jogja. Hal ini ditujukan untuk memicu perkembangan ekonomi di wilayah-wilayah yang belum banyak daya tariknya bagi wisatawan. “Selama ini kan kota masih terpusat di sekitar Malioboro, jadi biar merata,” katanya.