Ini Kata Kemensos Soal Persiapan Tenaga Kerja di Bandara Kulonprogo…

Ratusan peserta mengikuti pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di Balai Latihan Kerja (BLK) Kulonprogo, Kecamatan Wates, Senin (1/4/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
07 April 2019 11:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Badan Pendidikan dan Penelitian (Badiklit) dan Penyuluh Sosial, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia meminta Pemerintah Kabupaten Kulonprogo benar-benar mempersiapkan SDM yang mumpuni seiring kehadiran New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Hal itu disampaikan Endro Winarno dari Badiklit dan Penyuluh Sosial, B2P3KS Kemensos Republik Indonesia, usai menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dan Purworejo di kantor Kantor Pusat Layanan Informasi (Help Desk) NYIA di Kecamatan Temon, Kamis (4/4/2019).

Endro mengatakan kesiapan SDM perlu diperhatikan dengan betul agar kehadiran bandara tetap dirasakan masyarakat Kulonprogo, khususnya warga sekitar NYIA. Dia melihat saat ini warga sekitar belum memiliki kesiapan atas rencana dioperasikannya NYIA di April tahun ini.

"Kemampuan survival dan mindset warga masih perlu ditingkatkan, apalagi nanti wilayah ini [Kecamatan Temon] akan menjadi kota bandara," ujar Endro.

Menurutnya jika nanti wilayah Temon menjadi kota bandara, perlu setidaknya lima hingga sepuluh tahun bagi warga untuk benar-benar beradaptasi. Ini juga tergantung dengan tiap-tiap pribadi. "Saya kira bisa sampai 10 tahun, dan nanti akan terus berkembang," ucapnya.

Dia mengatakan saat ini yang perlu dilakukan Pemkab Kulonprogo yakni dengan mengoptimalkan pelatihan kerja bagi masyarakat. Selain optimalisasi SDM, Pemkab Kulonprogo juga perlu mengantisipasi efek negatif yang mungkin timbul dengan dioperasikannya bandara. Efek itu di antaranya soal keamanan, perubahan sosial hingga masalah kesehatan yang dibawa para penumpang.