Begini Tip Meningkatkan Percaya Diri pada Remaja

Siswa Olifant School belajar mengenai budaya Tionghoa menyambut Tahun Baru Imlek belum lama ini./Ist. - Olifant School
18 April 2019 06:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Saat seseorang beranjak remaja, ia mulai mencari identitas dirinya. Di satu sisi ia merasa sudah besar dan bisa memutuskan semuanya dengan kemampuannya sendiri, tetapi di sisi lain ia masih membutuhkan bantuan orang tua atau orang dewasa di sekelilingnya karena pengalamannya belum cukup untuk mengatasi sebuah masalah.

Psikolog Olifant Mariani Sutanto mengatakan dalam kondisi seperti itu, remaja menjadi sosok yang sulit didekati. Ketika orang tua bermaksud baik mau membantu dan menunjukkan yang seharusnya dilakukan, ia merasa selalu disalahkan. Ketika orang tua membiarkannya mengambil keputusan, ia merasa ditinggalkan.

"Sebenarnya, mengapa remaja menjadi sulit seperti itu? Karena ia sedang mencari pengakuan atas dirinya. Ia ingin dianggap berhasil dan menjadi seseorang yang berarti. Ia ingin pendapatnya dihargai dan diakui sama seperti pendapat seorang dewasa, dan ia ingin diperlakukan sebagai seorang dewasa, bukan lagi seperti anak kecil yang bisa diperintah-perintah," ucap Mariani melalui siaran pers Rabu (17/4).

Salah satu cara untuk memupuk perasaan berhasil adalah dengan menanamkan kemandirian pada anak. Mandiri artinya mampu berpikir dan bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Anak yang mandiri biasanya merupakan anak yang aktif, kreatif, kompeten dan tidak tergantung pada orang lain. Beberapa ciri khas dari kemandirian adalah ia akan cenderung ingin segera menyelesaikan permasalahan daripada berkutat dalam kekhawatiran, ia juga tidak takut mengambil risiko karena sudah mempertimbangkan baik buruknya dan ia percaya terhadap penilaiannya sendiri.

Remaja dengan ciri-ciri tersebut tinggal dicarikan wadah agar dapat mewujudkan pengakuan atas kompetensi dirinya. Salah satunya adalah dengan mengajaknya menekuni bidang yang diminatinya. Selain itu ia juga dimotivasi untuk menekuni minatnya sehingga dapat terlihat apakah minatnya itu memang bertahan atau masih perlu mencari bidang yang lebih disukai. Seiring dengan itu, kepadanya juga perlu ditanamkan konsep diri yang positif dan bahwa ia bisa melakukan asalkan rajin dan tekun dalam mengusahakannya.

Sekolah sebagai institusi pendidikan juga bisa berperan dalam menumbuhkan perasaan kompeten dalam diri murid-muridnya. Salah satunya adalah melalui pemantauan minat dan bakatnya. Selain itu juga membiasakan murid mengikuti perlombaan. Di samping untuk menguji kompetensi diri, juga untuk membiasakan  murid menghadapi keberhasilan dan kegagalan dengan sewajarnya.

"Dengan demikian ia tidak akan kaget menghadapi dunia nyata yang penuh dengan persaingan. Melalui keberhasilan yang diperoleh, akan tumbuh percaya diri dalam diri si murid. Demikian pula, berbekalkan konsep diri yang positif, apabila ia belum berhasil, maka pada dirinya akan muncul tekad untuk berusaha lebih baik lagi di lain kesempatan," ucapnya.