Honor Belum Dibayar, Ratusan Petugas KPPS Sleman Geruduk KPU

Ratusan Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara (KPPS) Kabupaten Sleman mendatangi kantor KPU Sleman, Senin (22/4/2019) pagi. - Harian Jogja/Yogi Anugrah
22 April 2019 13:27 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Ratusan Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara (KPPS) Kabupaten Sleman mendatangi kantor KPU Sleman, Senin (22/4/2019) pagi. Kedatangan mereka untuk menuntut kejelasan terkait dengan honor yang belum dibayarkan hingga H+5 pelaksanaan pemilu.

"Kedatangan kami untuk menuntut hak masalah honor. Kabupaten lain sudah menerima honor, bahkan ada yang sebelum hari H. Tapi Kabupaten Sleman kok hingga hari ini belum cair," kata Koordinator Forum Peduli KPPS Kabupaten Sleman, R Muh Yadidi di kantor KPU Sleman, Senin (22/4/2019)

Hal tersebut, kata dia, membuat para KPPS merasa terciderai sebab kewajiban tugas mereka telah selesai.

“Padahal pada Pemilu 2014 lalu, waktu penerimaan ATK dan sewa meja kursi, dan peralatan lainnya, itu udah sekalian honor, namun saat ini tidak, ini ada apa? Bagaimana prosedurnya,” ujar Ketua KPPS 9 Minomartani tersebut.

Setelah menyampaikan pendapat di depan Kantor KPU Sleman sekitar 10 menit, perwakilan KPPS diterima oleh Komisioner dan Sekretaris KPU Sleman untuk melakukan negoisasi.

Komisioner Divisi Hukum KPU Sleman Ahmad Baehaqi mengatakan setelah bernegoisasi, disepakati bahwa honor KPPS akan dibayarkan selambat-lambatnya pada 23 April pukul 24.00 WIB.

"Sudah disepakati akan dibayarkan paling lambat 23 April besok, ditransfer ke sekretariat PPK, setelah itu ke PPS, dan setelah itu ke KPPS,” kata dia.

Terkait dengan keterlambatan pembayaran, ia mengakui adanya hal-hal teknis terkait dengan persyaratan prosedural dan biodata KPPS yang belum lengkap.