INACA Pantau Kelayakan Bandara Internasional Yogyakarta, Ini Hasilnya

Bandara Internasional Yogyakarta - Ist/Dok AP I
22 April 2019 17:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Indonesia National Air Carriers Association (INACA) melakukan kegiatan Hazard Identification Risk Assessment (HIRA) atau penilaian potensi ganguan dan risiko di Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA), Kecamatan Temon, Kulonprogo, Senin (22/4/2019).

"Di kanan kiri runway masih banyak pasir dan gundukan tanah. Ini perlu segera diantisipasi supaya tidak masuk ke dalam, karena bisa membahayakan pesawat. Takutnya kedua benda itu dapat tersedot ke dalam mesin pesawat dan mengakibatkan kerusakan," ungkap Wakil Ketua INACA, Toto Soebandoro.

Dalam kegiatan HIRA ini, sejumlah aspek di YIA dicek kelaikannya. Mulai dari dokumen-dokumen ihwal antisipasi keamanan bandara,infrastruktur, fasilitas hingga alat penunjang pengoperasian bandara. Berdasarkan pemantauan INACA bersama sejumlah pihak terkait termasuk pimpinan maskapai seperti Garuda Indonesia dan Lion Air, YIA dapat dikatakan telah memadai.

Semisal di bagian landasan pacu, menurut Toto yang juga seorang pilot sekaligus Quality dan Safety Director, Sriwijaya Air itu, kondisinya sudah memenuhi syarat.

"Secara fisik landasan sudah oke, dan sangat mencukupi untuk pendaratan pesawat dengan weight body," ujarnya.

Hanya saja yang perlu menjadi catatan yakni fasilitas pendukung di luar bandara, seperti ketersediaan hotel. "Hotel belum ada, kalau untuk fasilitas medis nanti akan dipusatkan di Wates, catatan-catatan seperti ini perlu segera ditindaklanjuti seiring akan turunnya sertifikat bandar udara (SBU)," ujarnya.

Toto menyatakan, SBU inilah yang menjadi pertimbangan maskapai untuk menggunakan YIA. Namun demikian meski SBU sudah dikantongi, jika maskapai yang digadang-gadang akan beroperasi di YIA tidak berkenan, bukan tidak mungkin mereka mengurungkan niatnya menggunakan bandara tersebut.

"Seperti Air Asia, kalau mereka tidak mau karena masih menunggu kesiapan YIA, mereka boleh untuk tidak menggunakan bandara ini, nanti teknisnya bisa pindah sementara ke bandara terdekat," jelasnya.