Bukan Berkurang, Peredaran Hoaks Seusai Pemilu Semakin Meningkat

Ilustrasi. - Bisnis/Dwi Prasetya
26 April 2019 06:07 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Selepas Pemilu 2019, konten hoaks jumlahnya semakin meningkat. Masyarakat diimbau agar tidak terpancing dan terpengaruh dengan kabar hoaks tersebut.

Menteri Kominfo Rudiantara mengaku heran pasca Pemilu 17 April lalu berita hoaks justru semakin meningkat. Pihaknya pun mengantisipasi persebaran konteks hoaks tersebut dengan menyiapkan satgas khusus untuk melakukan klarifikasi dan validasi. Terutama berita hoaks yang mengarah pada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kami menerjunkan satuan tugas [Satgas] khusus untuk memvalidasi dan mengklarifikasi berita hoaks yang beredar," katanya usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan I tahun 2019 di Hotel Eastparc, Kamis (25/4/2019).

Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Satgas, kata Rudi, jumlah persebaran hoaks mengalami peningkatan drastis. Dia memaparkan, pada Agustus 2018 konten hoaks hanya tercatat 25 konten jumlahnya meningkat menjadi 75 konten pada Desember 2018. Mendekati Pemilu, persebaran hoaks terus meningkat di mana Januari (175 konten), Februari (353 konten), Maret (430 konten).

“Sampai 22 April ini, jumlahnya sudah melebihi angka bulan Maret. Dari validasi yang kami lakukan berita hoaks ini didominasi konten politik sebanyak 23 persen dan berkaitan dengan capres dan pencapresan,” katanya.

Oleh karenanya, Kominfo terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk penindakan pada penyebaran hoaks ini. Rudi juga mengingatkan agar para penyebar jangan melempar hoaks pada KPU. "Kami percaya pada KPU sebagai lembaga kredibel dan independen. Orang-orangnya juga dipilih DPR juga,” urainya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang ikut mendampingi Rudiantara berharap agar masyarakat tidak melakukan dan tidak termakan kabar bohong. "Kalau saya tidak akan baca kontek hoaks. Hoaks kok diperhatikan, dibuang saja," kata Sultan.