630 Personel TNI-Polri Dikerahkan Amankan Pemilihan Lurah Serentak di Gunungkidul
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Ilustrasi. /SOLOPOS-Ratna Puspita Dewi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sekretaris Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, menilai masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Bumi Handayani. Salah satunya menyangkut pemberian program sertifikasi yang dinilai belum optimal dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Menurut dia, ide awal pemberian sertifikasi adalah untuk memberikan kesejahteraan bagi guru sehingga dapat memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan. Meski demikian, upaya ini belum bisa direalisasikan karena dari sisi kesejahteraan, guru-guru PNS sudah meningkat, tapi di sisi mutu belum begitu terlihat.
“Dulu ketika bicara prestasi siswa ada salah satu alasan tentang kesejahteraan guru. Tapi setelah adanya program sertifikasi ternyata peningkatan tidak signifikan,” kata Heri kepada Harian Jogja, Kamis (2/5/2019).
Dijelaskan Heri, dengan program sertifikasi ada harapan selain meningkatkan kesejahteraan guru, penghasilan yang diperoleh bisa disisihkan untuk membeli kebutuhan dalam upaya mendukung pembelajaran. Sebagai contoh, tambahan penghasilan dari sertifikasi digunakan untuk membeli buku dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan guru sehingga dapat membantu dalam upaya peningkatan kualitasi pendidikan pada saat kegiatan belajar dan mengajar.
“Sekarang belum terlihat dan yang malah terlihat adalah rumah dan kendaraan guru sekarang bagus-bagus. Ini bukan masalah, tapi harapannya kepada guru bersertifikasi dapat berperan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Gunungkidul,” tuturnya.
Menurut dia, salah satu indikator peningkatan mutu pendidikan bisa dilihat dari nilai akademik para siswa. Hingga saat ini, di setiap penyelenggaraan ujian nasional hasil yang diraih masih kalah dengan kabupaten dan kota lainnya di DIY. “Sebenarnya masalah pendidikan masih banyak mulai dari kesejahteraan GTT-PTT, prestasi akademik siswa hingga lama sekolah. Ini masalah yang harus diselesaikan sehingga kualitas pendidikan benar-benar bisa ditingkatkan,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan mengakui masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Untuk itu Disdikpora terus bebenah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Yang pertama kami berusaha untuk memenuhi standar minimal dalam layanan, dan sekarang sudah hampir terpenuhi semuanya. Jadi, sekarang fokus dalam meningkatkan kualitas, salah satunya dengan pembentukan pendidikan karakter,” kata Bahron.
Dia berharap dengan pembentukan pendidikan karakter dapat berdampak terhadap peningkatan kualitas. “Peningkatan tidak hanya pada siswa, tapi kami juga berupaya meningkatkan mutu para guru melalui kompetensi dan mendorong agar guru membuat karya ilmiah sehingga dapat menunjang dalam pembelajaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.
Banjir bandang menerjang Solok Senin malam. Jalan Solok-Padang tak bisa dilewati dan warga diminta menjauh dari lokasi bencana.
Skor SPI Kementerian ATR/BPN turun 4,58 poin dalam dua tahun menjadi 71,30 pada 2025 dan masuk kategori rentan menurut KPK.
BYD Atto 2 2027 mendapat varian dengan jarak tempuh 501 km dan motor 70 kW. Denza Z9S mengklaim daya jelajah hingga 1.100 km CLTC.
Satgas ODC mengejar KKB pelaku penembakan empat warga sipil di dua lokasi Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Pencarian perjalanan 7–13 hari sebelum keberangkatan naik 25%. Simak pilihan wisata spontan di Antalya, pesisir Aegea, hingga Bodrum, Turki.