PKS Bantul Beri Penghargaan Ibu Inspiratif di Hari Ibu 2025
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Ilustrasi ijazah/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 450 blanko ijazah siswa sekolah menengah pertama (SMP) dibakar oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul.
Pemusnahan itu dilakukan di halaman Kantor Disdikpora Bantul, Rabu (8/5/2019). Proses pemusnahan ratusan ijazah tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko, para kepala bidang, dan kepala seksi beserta staf di Disdikpora. Pemusnahan itu juga dihadiri kepolisian dan kejaksaan.
Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdikpora Bantul, Mudiyono, mengatakan blanko ijazah yang dibakar tersebut adalah ijazah Tahun Ajaran 2017-2018 yang salah penulisan nama atau tanggal lahir sehingga dikumpulkan kembali kemudian dimusnahkan agar tidak disalahgunakan.
Pemusnahan ijazah itu diakui Mudiyono juga sesuai surat perintah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1186/D3/KP/2019. Pihaknya diminta untuk memusnahkam sisa blanko sebelum mengajukan blanko ijazah baru untuk Tahun Ajaran 2018-2019.
"Berita acara pemusnahan akan kami kirim ke pusat sebagai syarat dikirimnya blanko ijazah baru 2018-2019," kata Mudiyono kepada Harian Jogja, Rabu (8/5).
Mudiyono mengatakan pemusnahan ijazah di Disdikpora Bantul ini sejauh yang dia ketahui baru pertama kalinya. Biasanya, kata dia, pemusnahan blanko ikazah dilakukan di pusat san tingkat provinsi.
Kendati demikian dia tidak terlalu mempersoalkan karena pemusnahan itu sudah ada surat perintahnya.
Sementara itu jumlah blanko ijazah SMP yang diajukan ke Pusat tahun ini sebanyak 12.643 lembar. Jumlah tersebut sudah sesuai dengan jumlah siswa SMP yang mengikutu ujian nasional berbasis komputer (UNBK), beberaa waktu lalu.
"Kami mengajukan sesuai jumlah siswa yang akan lulus tahun ini. Kelebihannya untuk mengantisipasi kesalahan tulis nnti biar pusat, " ujar Mudiyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Noel minta maaf kepada Prabowo setelah divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus korupsi sertifikasi K3 dan gratifikasi Rp3,43 miliar.
KPK menduga perusahaan towing dipakai sebagai kedok menyamarkan dana hasil pemerasan KITAS dan KITAP yang menyeret pejabat Imigrasi.
Program BSPS DIY 2026 melonjak menjadi 3.000 unit rumah. Kementerian PKP memperbesar bantuan bedah rumah untuk mempercepat penanganan RTLH.
Pelantikan Kepala BGN Nanik S. Deyang dijadwalkan pekan depan. Istana meminta fokus membenahi Program Makan Bergizi Gratis.
Ketergantungan fiskal DIY masih tinggi. Pemda mengandalkan optimalisasi aset dan BUMD untuk meningkatkan PAD dan kemandirian fiskal.