UKDW Lakukan Biokonservasi di Pantai Samas

Kapal-kapal milik nelayan di Pantai Baru diamankan saat terjadi gelombang tinggi beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/David Kurniawan
22 Mei 2019 23:27 WIB Uli Febriarni Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Mahasiswa Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogja menggelar Biokonservasi 2019. Kegiatan yang mengambil tema Conserve Nature Save Future itu bertujuan mengonservasi lingkungan Pantai Samas, Bantul.

Anggota Divisi Riset dan Inovasi BEM Fakultas Bioteknologi UKDW, Sarah Mega Pratenna Kaban menuturkan Pantai Samas dipilih sebagai lokasi konservasi karena pantai tersebut merupakan salah satu pantai yang menjadi tempat singgahnya penyu-penyu, yang akan bertelur dan menetaskan telur.
"Akan tetapi, beberapa tahun terakhir, banyak telur-telur penyu yang akhirnya tidak dapat menetas, karena pesisir Pantai Samas yang kurang mendukung," kata dia, Rabu (22/5/2019).

Melihat kondisi itu, mahasiswa Fakultas Bioteknologi menciptakan sebuah program kerja berupa konservasi Pantai Samas yang diwujudkan dengan menanam pandan laut. Pandan Laut adalah tanaman pesisir pantai, yang dapat menunjang dan membantu penyu-penyu yang akan bertelur dan menetaskan telurnya di sekitar tanaman tersebut.
 
"Tanaman ini akan membantu telur-telur penyu supaya tidak terbawa arus ombak pantai dan menghindari predator yang akan memangsa telur penyu. Sehingga dapat menetas dan menghasilkan tukik-tukik baru," ucapnya.

Selain menjadi tempat singgah penyu, tanaman pandan laut ini juga dapat mencegah terjadinya erosi dan abrasi. Ia menambahkan Jogja menjadi salah satu kota yang ada di Indonesia yang terkenal dengan pantainya. Banyak pengunjung yang berdatangan setiap tahun, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Akan tetapi, masih ada beberapa pantai di daerah Jogja yang lingkungannya kurang mendapat perhatian dan perlu dilakukan konservasi agar dapat dimanfaatkan dengan baik.

"Konservasi merupakan upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan ekosistem untuk menjamin keberadaan dan kesinambungan sumber daya pesisir dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman hayati," ujarnya.
 
Biokonservasi dilaksanakan pada Sabtu, 18 Mei 2019. Diikuti oleh 250 peserta baik dari dalam UKDW dan luar UKDW. Tanaman pandan laut ditanam di sekitar laguna, yang ada di salah satu sisi pantai yang biasanya menjadi tempat persinggahan penyu-penyu. Selain penananam pandan, acara  juga diisi dengan bersih pantai Samas.

Melalui kegiatan Biokonservasi ini, panitia berharap agar kegiatan ini dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat sekitar dan Pantai Samas. Selain itu, mendorong pihak-pihak lain dan juga pemerintah untuk dapat lebih menggalakkan kegiatan-kegiatan konservasi, pada beberapa pantai yang sekiranya membutuhkan konservasi dan mendapat perhatian lebih.