Volume Sampah Diprediksi Meningkat di H+3 Lebaran

Pengelola Depo sampah Nogotirto, Gamping, Harto, saat sedang beraktivitas, Kamis (23/5/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah.
24 Mei 2019 07:57 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman memprediksi volume sampah di Sleman akan meningkat pada H+3 lebaran.

“Meningkatnya itu dirumah tangga masing-masing, pada hari pertama dan kedua lebaran itu kan kami tidak ada pelayanan, jadi sampah pasti ditampung di rumah. Pada hari ketiga sudah diambil oleh gerobak dan dibawa ke Depo, itu kan volume pasti melonjak karena akumulasi sampah beberapa hari,” kata Kepala UPT Pelayanan Persampahan DLH Sleman, Sri Restuti Nurhidayah, Kamis (23/5/2019).

Berdasarkan data dari DLH Sleman,  produksi sampah di Sleman mencapai 800 ton perharinya, sampah tersebut didominasi oleh sampah rumah tangga, dengan rata-rata produksi 0,67-0,70 Kilogram setiap orang perharinya. “Pada lebaran kan mungkin yang anak kos pada mudik, namun kan juga ada yang mudik ke Sleman, jadi hampir sama saja produksi sampahnya,” ujar Sri.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pada ramadan ini, produksi sampah di Sleman cukup meningkat, salah satu faktornya, kata dia,  dikarenakan adanya pasar ramadan yang juga turut menyumbang sampah.

“Pasar ramadan itu tidak langganan layanan ke kami, biasanya sampah mereka bawa pulang, dan dari rumah baru diangkut oleh gerobak ke Depo sampah, kalau kami kan otomatis ambil di Depo,” kata dia.

Pengelola Depo sampah Nogotirto, Gamping, Harto, mengatakan, Depo yang sampah Nogotirto, biasanya menampung sampah dari dari Nogotirto, Banyuraden, Kwarasan, Jangkang, Mlangi, dan beberapa daerah lainnya.

Biasanya, kata dia produksi sampah sudah mulai meningkat sejak h-7 lebaran. “Karena kan keluarga banyak yang sudah mulai bersih-bersih rumah, otomatis banyak barang yang tidak dipakai dibuang. Biasanya didominasi sampah plastik,”kata dia.