Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi meninjau zona pengelolaan sampah untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli pada lingkungan dan mampu mengolah sampahnya sendiri./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Selama masa Lebaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengimbau masyarakat agar meminimalkan produksi sampah. Lewat akun resmi Instagram, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja memberi beberapa tips Lebaran tanpa sampah.
Tip ini disajikan dalam bentuk video motion grafis yang diunggah pada Senin (3/6/2019). Tip pertama yakni membawa tikar dan tidak menggunakan koran sebagai alas saat Salat Id. Dengan tikar, jemaah tidak perlu membuang apapun seusai salat.
Kedua, panitia pelaksana Salat Id juga bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan selama dan sesudah pelaksanaan salat. Ia bisa mengimbau jemaah agar membawa kembali alas salatnya.
Ketiga, membawa tumbler dan reusable bag saat mudik. Kedua benda ini sebagai ganti plastik ketiaka kita membeli makanan, minuman atau kebutuhan lainnya di perjalanan mudik.
Keempat tidak bermain petasan, karena selain berbahaya juga akan mengotori lingkungan. Kelima, kurangi pemakaian plastik sekali pakai seperti kantong plastik, sendok-garpu plastik, botol air mineral plastik dan sebagainya.
Keenam, pilah sampah berdasarkan jenisnya, yakni plastik, organik, kaca dan kertas. Terakhir, hemat penggunaan air dengan berwudhu memakai air seperlunya.
Sebelumnya, kepala DLH Kota Jogja, Suyana, mengatakan usaha mengurangi sampah bisa dimulai dari hal sederhana, “Semisal mengganti penggunaan plastik dengan gelas atau piring,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kementerian ATR/BPN meluncurkan tiga kebijakan baru pertanahan: pengukuran terjadwal, peralihan hak terintegrasi, dan organisasi berbasis wilayah.
Desain lebih ringkas, kapasitas tinta tinggi, dan konektivitas lebih cerdas untuk mendukung kebutuhan rumah tangga hingga UMKM
Menempuh 520 km, Muhammad Riana datang ke Cherrypop untuk menyaksikan Pandai Besi. Musik membawanya pada kisah personal dan literasi.
Warga Bantul mengeluhkan data desil 6-10 yang dinilai tak sesuai kondisi ekonomi setelah PHK dan perubahan pendapatan keluarga.
DPRD DIY menyoroti hak buruh transportasi terkait UMK, lembur, BPJS Ketenagakerjaan, sanksi pemotongan gaji, dan K3.