Macet Simpang Manding Bikin Pemudik Mampir Belanja

Kendaraan terlihat ramai di pusat perbelanjaan kerajinan kulit Manding, Bantul, Sabtu (8/6/2019) - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
08 Juni 2019 17:37 WIB Salsabila Annisa Azmi Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Kemacetan di simpang Manding, Bantul, dimanfaatkan para pedagang kerajinan kulit untuk meningkatkan penjualannya. Berbagai stok baru dan diskon menarik ditawarkan kepada pemudik.

Pedagang kerajinan kulit di Toko Cinta, Wartini, mengatakan sejak H+2 ruas jalan sentra kerajinan kulit manding mulai dipadati kendaraan ber plat luar DIY. Menurutnya kemacetan itu justru menguntungkan. Sebab ketika kendaraan berhenti, pemudik memperhatikan toko kerajinan di sisi kanan dan kiri.

"Kemungkinan pengunjung akan terus datang hingga hari Minggu. Pengunjung lumayan ramai, naik sedikit ya sekitar 10 persen dari tahun lalu, tapi omzetnya enggak sebanyak tahun lalu," kata Wartini, Sabtu (8/6/2019). 

Wartini mengatakan omzet tertinggi adalah saat H+3 lebaran yang bisa mencapai belasan juta rupiah. Untuk meningkatkan omzet di hari-hari berikutnya, Wartini mengeluarkan stok terbaru dari dompet, sepatu dan tas kulit dengan harga bervariasi mulai dari Rp50.000 hingga Rp1 Juta.

Pedagang kerajinan kulit di Toko Mas Bro, Sri Maryati, mengatakan kemacetan membuat beberapa pemudik memutuskan untuk parkir di sentra kerajinan kulit dan berjalan-jalan melihat koleksi para pedagang. Akan tetapi mayoritas pemudik lebih memilih toko yang bangunannya besar.

"Jadi omzet toko kecil seperti punya saya enggak terlalu besar paling hanya sekitar Rp5 Juta per hari. Makanya saya ada diskon mulai 10 sampai 15 persen setiap pembelian lebih dari satu barang. Berlaku di dompet, sepatu dan tas," kata Sri.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja ruas jalan di simpang Manding mengalami penumpukan kendaraan, terutama dari arah Pemkab Bantul ke Timur. Mayoritas kendaraan yang terparkir di kantong-kantong parkir pusat perbelanjaan Manding merupakan plat luar DIY.