Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pedagang di kawasan depan Pasar Berigharjo menjajakan dagangannya, Minggu (9/6/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Seorang wisatawan keberatan dengan harga nasi gudeg yang baru saja ia makan di warung lesehan depan Pasar Beringharjo, atau kawasan Malioboro Jogja. Ia pun melapor perihal harga yang dianggapnya terlalu mahal itu kepada Kantib Pasar Beringharjo, Sabtu (8/6/2019) kemarin.
Pagi itu, pembeli yang merupakan wisatawan dari Klaten ini membayar Rp106.000 untuk empat porsi makanan dengan rincian dua nasi ayam dan dua nasi telur. Kebetulan saat itu pemilik warung tidak memasang daftar harga.
Mendapati laporan tersebut, petugas Kantib pun mendatangi warung lesehan terlapor dan mendapati si pemilik sedang memasang daftar harga. Petugas langsung menanyai penjual gudeg itu soal laporan yang masuk.
Setelah dicek, ternyata harga yang diberikan penjual kepada pembeli yang melapor itu sudah sesuai dengan harga yang telah tertera dalam daftar harga. Saat petugas berusaha menghubungi pelapor, posisinya sudah di Klaten.
Melalui telepon, pelapor mengatakan membeli dua nasi ayam dengan harga masing-masing Rp35.000, nasi telur dengan harga masing-masing Rp30.000 dan dua air mineral masing-masing Rp6.000. Sehingga totalnya malah lebih dari yang ia bayarkan, yakni Rp142.000.
Sedangkan menurut keterangan pedagang, harga dua nasi ayam masing-masing Rp30.000, dua nasi telur masing-masing Rp17.000 dan air mineral masing-masing Rp6.000. Sehingga totalnya sesuai dengan harga yang diberikan, yakni Rp106.000.
Kabid Penataan, Pengembangan dan Pendapatan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Gunawan Nugroho, mengatakan kesalahan penjual tersebut adalah tidak memasang daftar harga. "Sehingga nuthuk atau tidaknya itu jadi relatif," katanya.
Sebelumnya ia juga telah mengimbau untuk semua pedagang di Malioboro agar memasang daftar harga. Hal ini bertujuan agar konsumen bisa tahu dan menghitung sendiri berapa harga yang harus dibayarkan, sehingga tidak merasa dijebak.
Meski demikian, menurutnya yang menjadi dasar keberatan dari pelapor juga tidak aple to aple karena membandingkan harga nasi ayam di warung gudeg dengan nasi ayam di warung pecel, yang jelas memang lebih mahal di warung gudeg.
Menurutnya, harga Rp30.000 untuk satu nasi ayam di warung lesehan gudeg masih terbilang wajar, apalagi di momen Lebaran. "Tapi karena tidak mencantumkan daftar harga, jadi keaannya konsumen dijebak," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Perbaikan Jalan Srandakan-Poncosari-Pandansimo Bantul mencapai 43,309 persen, melampaui target dan ditargetkan selesai 28 Desember 2026.
Stasiun Lempuyangan ditata bertahap hingga 2027. Mulai 2028, penumpang KRL akan dilayani melalui akses Utara.
Gerai KDMP Tuksono di Sentolo, Kulonprogo, dinilai strategis meski tak berada di tengah permukiman. Operasional menunggu verifikasi dan validasi.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.