Advertisement
Ini Gambaran Biaya Kuliah di UGM: Sumbangan Jalur Mandiri hingga Rp150 Juta

Advertisement
Berita ini telah diklarifikasi dengan berita berjudul Tanpa Uang Gedung, UGM Pastikan Semua Jalur Pakai UKT, yang dimuat Kamis (20/6/2019) pukul 21.12 WIB.
Harianjogja.com, JAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) saat ini masih dalam tahap pendaftaran calon mahasiswa baru. Bersamaan dengan Perguruan Tinggi lainnya menetapkan kelompok Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana.
Advertisement
UKT ini terbagi atas beberapa jalur penerimaan seperti SNMPTN, SBMPTN, PBU, dan Ujian Tulis (UTUL) dan disesuaikan oleh penghasilan kotor orang tua, dan penghasilan tambahannya.
Dikutip dari laman resmi ugm.ac.id, calon mahasiswa UGM bisa mendapatkan UKT gratis apabila sudah mendaftarkan diri di jalur beasiswa bidik misi.
Selanjutnya, UKT yang perlu dibayarkan mahasiswanya dibagi menjadi 7 golongan berdasarkan jalur masuk dan penghasilan orangtua.
Untuk program Sarjana S1 jalur masuk melalui SNMPTN dan SBMPTN, mahasiswa golongan 1 dari 11 Fakultas yang terdaftar di UGM hanya perlu membayarkan UKT sebesar Rp500.000.
Sementara itu, UKT paling mahal di UGM adalah program studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran golongan 7 berkisar Rp19.000.000.
Nominal yang sama juga berlaku untuk mahasiswa di jalur masuk Ujian Mandiri (UM) Mandiri. Namun bedanga, peserta yang masuk melalui jakur Ujian Mandiri juga harus membayarkan Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI) yang berbeda-beda per jurusannya dalam waktu 1 kali masa studi.
Beberapa jurusan yang menetapkan SPI terendah yakni Rp6.000.000 untuk golongan satu yakni Sastra Jepang, Ilmu Sejarah, Ilmu Perpustakaan dan Antropologi.
Sementara untuk nominal SPI paling tinggi yakni program studi Kedokteran Umum golongan 2 dengan biaya yang cukup fantastis yakni Rp150 Juta per 1 kali masa studi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga Srandakan Bantul Tangkap Pencuri Sepeda Motor
- Polda DIY Catat Titik Arus Balik Tertinggi ada di Tempel
- Lurah di Gunungkidul Wajib Bikin LHKPN ke KPK
- Pakar UGM Nilai Desentralisasi Total Pengelolaan Sampah Tidak Tepat
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
Advertisement
Advertisement