Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Ilustrasi kemarau di ladang pertanian/Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul berencana mengirimkan 20 petugas untuk mengikuti pelatihan sekolah iklim yang diselenggarakan BMKG DIY. Harapannya dengan pelatihan ini upaya menghadapi anomali cuaca bisa efektif dilakukan sehingga petani tidak merasakan dampaknya
Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan saat ini terjadi anomali cuaca. Hal ini terihat sejak akhir tahun lalu di mana musim hujan datang terlambat dan musim kemarau datang lebih cepat.
Kondisi ini berdampak terhadap lahan pertanian di Gunungkidul. DPP mendata hingga saat ini ada 400 hektare lahan yang mengalami kekeringan akibat terjadinya anomali cuaca. “Ada 10 kecamatan yang lahan pertaniannya mengering karena musim kemarau datang lebih cepat,” kata Bambang kepada wartawan, Jumat (21/6/2019).
Dia menjelaskan kejadian lahan mengering di masa tanam kedua harus dijadikan pelajaran bersama. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengirimkan 20 petugas untuk mengikuti pelatihan sekolah iklim yang diselenggarakan oleh BMKG DIY. “Rencananya sekolah iklim dilaksanakan selama tiga hari mulai Selasa [25/6/2019] hingga Kamis [27/6/2019],” tuturnya.
Mantan Kepala Dinas Kehutananan dan Perkebunan ini berharap dengan pelatihan ini petugas lapangan bisa mengetahui tanda-tanda dan cara antisipasi saat terjadi anomali cuaca. Ilmu yang didapatkan ini juga bisa diinformasikan kepada petani sehingga tidak mengalami kerugian akibat adanya perubahan iklim secara cepat. “Selain antisipasi melalui sekolah iklim kami juga mendorong petani untuk ikut asuransi pertanian. Jadi, saat terjadi kegagalan panen bisa mendapatkan ganti rugi,” katanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan minat petani untuk ikut dalam asuransi tani masih sangat rendah. “Sebagai contoh di 2018 tidak ada satu pun petani yang ikut dalam program asuransi pertanian,” katanya.
Menurut dia, DPP terus melakukan sosialisasi terkait dengan partisipasi asuransi pertanian kepada masyarakat. “Ada persyaratan agar petani mau ikut asuransi pertanian, salah satunya luas lahan minimal satu hektare. Tapi kami akan terus sosialisasikan sehingga warga mau ikut berpartisipasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Imigrasi Parepare mendeportasi WN Malaysia yang overstay 101 hari melalui jalur laut dari Parepare-Nunukan menuju Tawau.
RAPBN 2027 menargetkan pendapatan Rp3.426 triliun dan belanja Rp4.097,2 triliun, dengan defisit dipersempit menjadi 2,4% terhadap PDB.
Gempa M7,7 mengguncang Flores dan terasa kuat di Sikka. Bupati Sikka meminta warga tenang serta waspada terhadap potensi tsunami.
Harga buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian turun pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Cek harga berdasarkan berat emas.