Propam Polresta Jogja Tetapkan Aipda S Terduga Pelanggar Kasus Food Truck Bolosego
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Direktur Unicef Perwakilan Jawa Arie Rukmantara (tengah) berfoto bersama dengan Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Nugroho Nurcahyo, Sabtu (22/6/2019). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—United Nations Childrens Fund (Unicef) mendorong Jogja menjadi kota layak anak (KLA) kategori utama. Kerja sama semua pihak dari instansi pemerintah hingga masyarakat dan swasta sangat dibutuhkan untuk mewujudkan harapan itu.
Direktur Unicef Perwakilan Jawa Arie Rukmantara menjelaskan saat ini Kota Jogja memang sudah menjadi kota layak anak (KLA) di kategori nindya. Adapun urutan penilaian KLA sendiri mulai dari pratama, madya, nindya dan utama. Pihaknya mendorong agar Kota Jogja menjadi KLA di kategori utama.
“Saat ini dua kota di Indonesia yang sudah menyandang predikat KLA kategori utama baru Solo dan Surabaya, kami ingin ikut berpartisipasi agar Jogja bisa segera menyusul di kategori utama,” kata Arie saat berkunjung di Kantor Harian Jogja, Sabtu (22/6/2019) sore.
Kota Surabaya dan Solo dalam waktu pada Oktober 2019 akan mengikuti kompetisi di level internasional karena sudah menyadang predikat utama. Arie yakin Jogja memiliki potensi besar untuk bisa segera menyusul kedua kota tersebut. Sehingga bisa mengikuti kompetisi global kota ramah anak. “Indikatornya [untuk menjadi utama] banyak mulai dari pendidikan, lingkungan, kesehatan dan lainnya yang berkaitan dengan anak, tetapi meskipun utama yang memang susah untuk bisa 100 persen sepenuhnya layak anak tentu masih ada beberapa kekurangan biasanya,” ujarnya.
Salah satu kendala mewujudkan 100% sempurna KLA tersebut, kata Arie, adalah terkait persoalan rokok. Salah satu indikator penilaian yang tergolong unggul yaitu mewujudkan kawasan tanpa rokok (KTR), hal ini hampir tidak bisa diterapkan oleh setiap kota di Indonesia.
“Kalau soal rokok memang masih agak sulit, terutama bagaimana agar tidak ada iklan rokok seperti di pinggir jalan,” katanya.
Ia menambahkan untuk mewujudkan kategori utama butuh kerja sama semua pihak terutama pemerintah dan masyarakat serta swasta. Arie mencontohkan, sebaiknya berbagai program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bersinergi dan fokus pada anak. “Tetapi tidak hanya OPD karena harus ada beberapa situasi kota [yang menjadi penilaian] di mana itu tidak ditentukan sepenuhnya oleh dinas, seperti kenyamanan untuk pejalan kaki, ruang terbuka hijau. Kami saat ini sedang identifikasi untuk diajak bekerja sama terutama aktor di luar pemerintah itu untuk mewujudkan ini [KLA],” katanya.
Ia berharap predikat KLA utama itu bisa dicapai Kota Jogja pada 2020 mendatang. Kalangan swasta diharapkan sangat berperan, seperti hotel agar turut berpartisipasi untuk menyajikan konten dan infrastruktur yang ramah anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
John Herdman menegaskan tidak ada perbedaan pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi di Timnas Indonesia usai menang 2-0 atas Singapura.
Daratan Gunung Anak Krakatau kini mencapai 341,5 hektare, melampaui luas sebelum kolaps pada Desember 2018.
Adi Prayitno menilai PPP punya modal politik dari elektabilitas 3,4 persen untuk memperkuat mesin partai menuju Pemilu 2029.
Cristian Romero ditunjuk menjadi kapten baru Argentina setelah Lionel Messi pensiun dari sepak bola internasional.
Lowongan Mekanik Trans Jogja dibuka hingga 30 September 2026. Lulusan SMK dan fresh graduate bisa cek syarat serta cara daftarnya.