Musik Malam TBY Kini Lebih Segar, Begini Konsep Barunya

Performing art tampil merespons salah satu band penampil dalam Musik Malam TBY, Selasa (25/6) malam. - Harian Jogja/Lugas Subarkah
26 Juni 2019 18:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pergelaran Musik Malam Taman Budaya Yogyakarta (TBY) yang dihelat di Panggung Terbuka TBY, Selasa (25/6/2019) malam, kembali menghibur khalayak muda Jogja dengan suguhan musik yang selalu segar. Dengan mengusung tema Pertunjukan, pergelaran Musik Malam TBY kali ini menghadirkan konsep yang sedikit berbeda dari biasanya.

Jika biasanya musik tampil sebagai sajian utama dalam Musik Malam TBY, kali ini musik dikolaborasikan dengan beberapa performance art, mulai dari tari, teater, seni rupa, dan atraksi dari komunitas drum. Di beberapa acara, penonton juga diajak berpartisipasi untuk ikut tampil dalam performance art. Hasilnya, sebuah pertunjukan audio visual pun terasa lebih segar dan memukau.

Inisiator Musik Malam TBY, Heri Macan, mengatakan konsep pertunjukan kolaboratif ini merupakan konsep ideal yang memang telah dibayangkan sejak awal dirintisnya Musik Malam TBY sejak tahun lalu. “Baru bisa kami wujudkan sekarang, untuk ke depannya harapannya bisa terus berkembang,” kata dia.

Dia menjelaskan dalam konsep tersebut, para performing art diberi kesempatan untuk merespons karya para musisi. Masing-masing komunitas performing art memiliki jatah satu lagu yang merupakan lagu andalan setiap band penampil dan mereka akan meresponsnya dalam bentuk penampilan visual.

Show Director Musik Malam TBY, Wasis Tanata, menyebutkan malam itu ada empat band penampil dan empat performing art yang merespons karya band-band tersebut. Keempat band ini meliputi B.U.K.T.U, Karsha, Amorisa dan Gabriela Fernandes.

Setiap band penampil membawakan genre berbeda. B.U.K.T.U dengan postrock puitisnya, Karsha dengan folkrock ala Of Monsters and Man, Gabriela Fernandes dengan folk bernuansa ambient, dan Amorisa dengan pop easy listening, sukses menampilkan karyanya dengan apik.

Lalu di performing art ada beberapa komunitas pengisi diantaranya The Freak Show Man, Kalanari Teater, Melintasi Militansi dan Drummer Guyub YK. “Setelah bertemu band, saya ke komunitas performing art, saya tunjukkan satu lagu yang harus mereka respons,” ungkapnya.

Respons itu tertuang dalam penampilan beragam rupa. Drummer Guyub YK memberi respons salah satu lagu Gabriela Fernandes dengan sentuhan perkusi yang membuatnya kian dramatis, The Freak Show Man merespons penampilan Karsha dengan tingkah polah badut yang mengajak para penonton juga untuk maju ke depan panggung dan mengikuti irama lagu.

Gabriela Fernandes bahkan ikut pula dalam performing art di depan panggung sementara lagunya sedang dalam bagian instrumental panjang. Ia memainkan aksi teaterikal dengan beberapa performing art lainnya, bereksperimen dengan cat dan “menculik” beberapa penonton juga untuk turut serta.