BBGRM di Kulonprogo Tingkatkan Kesadaran Berswadaya

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, ikut bergotong/royong membantu warga, beberapa waktu lalu. JIBI
27 Juni 2019 08:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, NANGGULAN--Kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat(BBGRM) ke XVI dan Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG-PKK) Ke-47 di Kulonprogo akhirnya selesai. Dimulai sejak akhir 2018 di Kecamatan Kalibawang, sebanyak 12 kecamatan di Kulonprogo secara bergiliran menjadi tuan rumah acara. Adapun kegiatan penutup diselenggarakan di Kecamatan Nanggulan, Rabu (26/6/2019).

Camat Nanggulan Duana Heru Supriyanta, mengatakan, animo masyarakat Nanggulan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini sangat tinggi. Mereka mau bergotong royong dan swadaya. Di samping memberikan bantuan uang, tenaga, pikiran dan barang, masyarakat juga mau merelakan tanahnya tanpa minta ganti rugi untuk pembangunan daerah.

“Sebagai contoh, ada tiga ruas jalan yang warganya merelakan tanahnya untuk pelebaran jalan di Nanggulan yaitu, Jalan baru Puskesmas Nanggulan ke selatan menuju ke Plugon Donomulyo. Jalan Watu Kodok di Banyuroto, Jalan menuju Dusun Klampis di Bulak Sawah Gedehe Tanjungharjo.” kata Duana.

Duana menjelaskan saat ini masyarakat semakin sadar bahwa pelebaran dan pembukaan jalan baru akan menaikkan harga tanah. Selain itu dapat membuka peluang usaha di wilayah tersebut.

Kepala Dinas PMD Dalduk dan KB, Kulonprogo Sudarmanto, berharap lewat kegiatan ini bisa menggelorakan, menggemakan dan menyemangati semangat gotong royong yang merupakan kepribadian, local wisdom, kebudayaan masyarakat Kulonprogo.

"Dengan BBGRM tentu merupakan upaya untuk memelihara ataupun merawat, memupuk bahkan menginternalisasi dari generasi ke generasi, agar semangat gotong royong tetap terpatri di lingkungan masyarakat Kulonprogo," kata Sudarmanto dalam sambutannya pada kegiatan BBGRM di Kecamatan Nanggulan.

Dia menjelaskan kegiatan tahun ini dimeriahkan lomba inovasi UMKM dari 12 kecamatan. UMKM terbaik mendapatkan.  Selain itu disuguhkan juga empat bidang, yakni fisik, sosial, ekonomi dan budaya. Keempat bidang telah ditampilkan di masing-masing kecamatan.  Sementara, untuk swadaya masyarakat yang terkumpul selama BBGRM ini mencapai Rp38 miliar. Dana tersebut dapat digunakan masing-masing desa untuk pembangunan.