Mahasiswa UMY Kampanyekan Pengurangan Penggunaan Plastik

Kegiatan diskusi wabah sampah plastik yang berdampak buruk bagi alam, acara ini berlangsung pada Minggu (30/6/2019) digelar oleh mahasiswa UMY. Harian Jogja - Kiki Luqmanul Hakim (ST16)
03 Juli 2019 07:47 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Mahasiswa Konsentrasi Public Relation Ilmu Komunikasi 2016 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar acara Communication on Weekend (Come On) 2019 dengan Bumi Cantik Tanpa Plastik. Acara tersebut berlangsung di Warung Kopi DST pada Minggu (30/6/2019) pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.

Ketua Panitia Muhammad Iqbal Khatami menyampaikan bahwa acara yang dibuka untuk umum ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat luas bahwa wabah sampah plastik mulai meresahkan kebersihan bumi.

“Tujuan kami seperti itu, selain itu kami ingin sekali acara ini mampu menyadarkan masyarakat luas bahwa tanpa plastik pun kita masih bisa bertahan. Maskudnya bukan berarti hidup tanpa plastik sama sekali, setidaknya kita mengurangi penggunaan plastik yang tidak sebenarnya bisa diganti dengan wadah lainnya,” katanya.

Ia mengaku bahwa event ini terselenggara atas dasar mata kuliah yang mewajibkan membuat event, namun hal tersebut bukan berarti bahwa demonstrasi anti plastik ini hanya berlaku selama acara berlangsung.

“Jadi bukan berarti dari mata kuliah kami hanya melakukan pencitraan, kami selaku panitia sendiri memang dari awal sangat tertarik dengan masalah sampah plastik dan kami juga berusaha mengurangi sampah plastik tidak hanya di acara ini saja, dan alasan itu juga yang membuat kami menggunakan DTS Kopi, karena mereka juga termasuk salah satu kedai yang memperhatikan masalah sampah plastik,” jelasnya.

Event ini sendiri merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa konsentrasi Public Relation dengan mahasiswa Advertising. Peran mahasiswa Advertising sendiri adalah membuat video iklan tentang bahaya sampah plastik sebagai media propaganda dan kampanye dalam mengurangi sampah plastik.

Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Seksi Kebersihan dan Lingkungan Dusun Sukunan, Haryadi, serta Volenteer Greenpeace Youth Yogyakarta Retno Suryandria. Dalam materinya Haryadi menyampaikan bahwa untuk mengolah sampah plastik sendiri terhitung susah-susah gampang.

“Awalnya kampung juga merintis dari bawah dan tidak langsung menjadikan kampung wisata yang tanpa plastik, kami menjalani proses-proses dimana yang sangat susah dan memakan waktu banyak. Tapi masalah plastik itu memang harus diselesaikan, selain berdampak kebersihan yang baik, dia [sampah plastik] juga menguntungkan dalam seegi ekonomi,” katanya.

“Tapi untuk mendapatkan nilai ekonomi yang tinggi kita harus mengolah sampah-sampah plastik tersebut menjadi suatu barang yang berguna, contoh sebagai tas, hiasan ataupun barang lainnya yang bisa dijual,” lanjut Haryadi.

Haryadi berharap semoga kedepannya semakin banyak acara-acara seperti ini yang berdampak positif dan menyebabkan generasi milenial sadar bahwa hidup tanpa plasitk itu susah, namun untuk mengurangi pemborosan plastik itu sangat gampang.

“Harapan saya seperti itu, jadi memang susah kalau kita hidup tanpa plastik tapi jika uintuk mengurangi pemborosan plastik itu gampang seperti saat kita ke supermarket atau sebuah pasar jika hanya beli sedikit ya jangan meminta plastik, cukup bawa wadah sendiri,” katanya.

“Selain itu semoga acara seperti ini semakin banyak lagi dan semoga lebih banyak generasi milenial yang sadar bahwa sampah plastik sangat mengganggu kesehatan alam kita. Selain itu terikasih kepada panitia karena telah mamu bersusah payah untuk membuat acara yang sangat berdampak positif seperti ini,” ujarnya.