Kuota Transmigrasi Belum Jelas, Gunungkidul Masih Menunggu Pusat
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Ilustrasi petani di desa/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mendapatkan penghargaan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Terluar (Kemendes PDTT) sebagai daerah terbaik dalam tata kelola Program Inovasi Desa. Penghargaan ini diberikan karena dalam pelaksaannya memegang penuh prinsip transparansi dan dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Sujoko, mengatakan mengaku bangga dengan penghargaan sebagai kabupaten terbaik untuk Program Inovasi Desa. Menurut dia penghargaan diberikan kepada enam kabupaten terbaik di Indonesia. “Gunungkidul menjadi nomor satu,” kata Sujoko kepada wartawan, Jumat (5/7/2019).
Menurut dia, di dalam penilaian berdasarkan kriteria dari Inspektorat Jenderal yang meliputi penyerapan anggaran Progam Inovasi Desa, transaransi dan akuntabilitas dalam pelaporan serta kinerja dari Tim Inovasi Kabupaten. “Dari indikator ini Pemkab Gunungkidul memperoleh nilai terbaik dan berhak mendapatkan penghargaan dari Kemendes PDTT,” tuturnya.
Menurut dia, pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja yang dilakukan. Dia pun ingin agar penghargaan itu dijadikan sebagai penyemangat untuk terus meningkatkan kinerja.
Selain pemberian penghargaan juga digelar workshop Pengawasan Program Inovasi Desa. Diharapkan dengan workshop ini dapat memberikan informasi tentang akuntabilitas pengelolaan dalam inovasi, capaian kinerja kinerja hingga upaya menggali potensi yang ada di desa.
“Tujuannya agar masyarakat dapat lebih memahami ilmu dan skill yang diperlukan. Salah satunya untuk mengolah kekayaan dan potensi yang ada di desa dengan terobosan-terobosan baru dan bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah, mengapresiasi raihan prestasi dalam Program Inovasi Desa. Menurut dia, keberhasilan ini berkat kerjasama semua pihak sehingga prestasi yang membanggakan ini dapat diraih. “Harapannya melalui program ini akan tumbuh inovasi dan kreativitas oleh desa pada bidang infrastruktur, kewirausahaan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) sehingga potensi yang dimiliki dapat lebih optimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Prediksi Prancis vs Paraguay di 16 besar Piala Dunia 2026. Simak head to head, susunan pemain, dan prediksi skor.
BPBD Cilacap salurkan 117.000 liter air bersih ke 8 desa terdampak kekeringan. Ribuan warga kesulitan air selama kemarau.
Kasus dugaan korupsi program MBG di BGN menyeret TNI dan Polri aktif. Pemerintah tegaskan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
4 kebiasaan setelah jam 5 sore yang wajib dihindari agar tekanan darah stabil: kafein, garam, alkohol, dan stres. Simak rekomendasi pakar kesehatan.
Meta luncurkan Pocket, aplikasi AI untuk membuat gim & aplikasi interaktif tanpa kode. Cukup dengan prompt, siapa pun bisa jadi kreator.