SRC Gelar Pesta Ritel Yogyakarta di UGM

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, memberikan sambutan dalam Pesta Ritel Yogyakarta yang digelar oleh SRC Yogyakarta di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM, Sleman, Sabtu (6/7/2019). - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
06 Juli 2019 19:17 WIB Kusnul Isti Qomah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sampoerna Retail Community (SRC) Yogyakarta menggelar Pesta Ritel Yogyakarta di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM, Sleman, Sabtu (6/7/2019). Dalam acara ini digelar pengundian hadiah dan berbagai kegiatan lain.

SRC merupakan program kemitraan strategis yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing para peritel tradisional melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Manager Area Retail Yogyakarta Sampoerna, Kunodya Al Rasyid, mengungkapkan dalam kegiatan Pesta Ritel Yogyakarta digelar pengundian program Yuk Belanja ke SRC. Program ini merupakan promo yang berlaku di seluruh toko SRC dan bisa diikuti pelanggan masing-masing toko.

"Hadiahnya pun namanya hadiah suka-suka untuk menarik minat masyarakat. Nilainya Rp12,5 juta untuk pemenang utama. Ada tiga pemenang yang akan diundi," jelas dia kepada Harian Jogja di PKKH UGM, Sleman, Sabtu.

Adapun tiga pemenang hadiah utama yakni Triwidayatun dari Ngemplak, Sleman yang merupakan pelanggan SRC Erma, Setyorini dari Sewon, Bantul yang merupakan pelanggan SRC Toko Rina, serta Sofia dari Bener, Purworejo merupakan pelanggan Toko SRC Kembar Motor. Selain hadiah utama juga dibagikan ratusan hadiah lainnya mulai dari voucer belanja, speaker, hingga power bank.

Selain itu, ada pula kegiatan donor darah dan donor buku. Donor darah dan donor buku bertujuan untuk berbagi dengan sesama sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh orang yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini pula, SRC ingin menunjukkan dukungan kepada UMKM dengan menyediakan stan-stan bagi UMKM. Tujuannya agar UMKM bisa masuk ke toko SRC. "Momen ini untuk memperkenalkan UMKM dengan pemilik toko sehingga ke depan ada relasi bisnis dan barang UMKM bisa masuk toko dan terdistribusi di seluruh wilayah SRC," papar dia.

SRC merupakan toko kelontong ritel tradisional yang memiliki keinginan untuk maju, lebih baik, dan bersaing dengan toko modern. "SRC ini enggak mau kalah dengan modern market dan mereka di bawah binaan Sampoerna. Dari teman-teman SRC sendiri banyak ide bagus. Lalu, kami kolaborasikan sehingga ketemu konsep yang baik. Itu kekuatan kami," kata dia.

Ia mengatakan jumlah toko kelontong yang menjadi anggota SRC Yogyakarta terus meningkat. Tahun ini jumlah SRC di wilayah DIY dan Purworejo sudah sekitar 1.800 toko. Pada 2019 ini, Sampoerna ingin mengajak semakin banyak toko tradisional untuk bergabung dan memajukan usahanya.

SRC pun menyediakan pojok lokal dan pojok bayar. Pojok lokal merupakan kampanye untuk UMKM bisa masuk ke toko SRC. Hal ini pun sudah dimulai. Kemudian, SRC juga menyediakan pojok bayar untuk melayani konsumen yang ingin membayar listrik, hingga membeli pulsa.

"Kami ikuti tren sekarang sehingga enggak takut saingan dengan modern market lainnya. Jangan sampai mereka kalah," jelas dia.

Ketua panitia acara sekaligus Ketua Paguyuban SRC Yogyakarta, Muhammad Khalil, mengatakan setiap pemilik toko kelontong bisa berkembang asalkan memiliki kemauan yang tinggi. Ia mengungkapkan dengan adanya pendampingan dari Sampoerna ada hal yang didapatkan pemilik toko yakni ilmu bagaimana toko bisa maju.

"Kami mendapatkan ilmu bagaimana penataan atau layout yang menarik, produk lengkap dan bersih, dan segi harga bersaing. Dibandingkan dengan toko modern juga bisa bersiang dengan tidak mengurangi profit," jelas dia.

Ia mengungkapkan, saat ini sudah memasuki era industri yang tidak lepas dari pemanfaatan teknologi. SRC pun memiliki aplikasi Ayo SRC Indonesia yang memudahkan konsumen untuk membeli barang di SRC secara online.

"Setelah bergabung dengan SRC, dari sisi omzet pun meningkat berkali lipat. Bisa sampai lebih dari 100 persen peningkatannya dari starting masing-masing toko," ungkap dia.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh SRC. Menurutnya SRC memiliki semangat koperasi meskipun belum berbentuk koperasi. "Dahulu anggotanya ada sekitar 1.500 toko dan sekarang 1.800 berarti trennya bagus, ada pertumbuhan dan jadi jawaban untuk kebutuhan anggotanya. Untuk tim SRC ini harus ada keberlangsungannya nanti seperti apa. Kontinuitas yang penting," jelas dia.

Ia mengatakan perkembangan toko ritel juga menghadapi tantangan seperti bisnis lain misalnya terkait sumber daya manusia, kelembagaan, teknologi, dan pemasaran. Dengan adanya pendampingan dari Sampoerna, toko ritel yang dimiliki warga bisa semakin berkembang dan bersaing dengan toko modern.