Anggota Komunitas ID42NER Ikut Deklarasikan Komitmen Antinarkotika

Ratusan anggota Toyota Fortuner Club of Indonesia (id42ner) berfoto bersama seusai mendeklarasikan gerakan antinarkoba di sela-sela penyelenggaraan Jambore Nasional (Jamnas) ke-2 id42ner di Candi Prambanan, Sabtu (6/7/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
07 Juli 2019 18:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Para anggota Toyota Fortuner Club of Indonesia (ID42NER) mendeklarasikan diri sebagai komunitas otomotif yang melawan terhadap penyalahgunaan narkoba. Mereka juga siap membantu Badan Narkotika Nasional untuk meminimalisir peredaran narkoba.

Kegiatan ini dilaksanakan di sela-sela penyelenggaraan Jambore Nasional (Jamnas) ke-2 ID42NER di Candi Prambanan, Sabtu (6/7/2019). Hadir dalam kegiatan tersebut ratusan pengguna Toyota Fortuner dari seluruh Indonesia.

Presiden ID42NER Duta Erlangga mengatakan deklarasi anti narkoba tersebut dilakukan bersama 270 member yang berasal dari 21 chapter dari berbagai daerah di Indonesia. "Masing-masing chapter ada sukarelawan antinarkoba. Ini kami lakukan agar keluarga besar kami tidak terjerumus pada narkoba," katanya di sela-sela kegiatan.

Selain deklarasi antinarkoba, komunitas tersebut juga menggelar bakti sosial ke panti asuhan di wilayah sekitar Candi Prambanan. Kegiatan lainnya juga diisi dengan talkshow dari pihak dealer serta sharing session dari Om Tedy selaku penjelajah 20 negara dan Om Takris yang mempromosikan Jamnas sampai Titik Nol Kilometer, Jogja, dengan mengendarai Toyota Fortuner.

Deklarasi tersebut juga disaksikan oleh Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Yunis Farida Oktoris. Bahkan Yunis lah yang sekaligus memberikan pemaparan kepada anggota id42ner mengenai bahayanya penggunaan narkoba. "Indonesia sampai saat ini menjadi target penyebaran narkoba. Keterlibatan komunitas sangat penting untuk menyelamatkan generasi dari bahaya narkoba," katanya.

Menurut Yunis, keluarga menjadi lingkungan yang ampuh untuk mencegah persebaran narkoba. Dalam konteks ini, komuniasi antar anggota keluarga bisa menjadi kunci anggota keluarga bisa terbebas dari jeratan narkoba.

"Apalagi masyarakat Indonesia tiap tahun meningkat. Bisa jadi mereka tidak sadar awalnya disuguhi narkoba. Trennya narkoba saat ini sudah berubah. Bahannya dari sintesis dan mudah diperoleh," katanya.